Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Marmut Menginvasi Matterhorn Swiss

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 September 2017 21:51 9:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 September 2017 21:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–”Eh, lucu sekali!” ujar para turis. “Tembak mereka!” teriak aparat di Zermatt, di mana marmut kini menjadi hama. Hewan pengerat berbulu lebat itu menimbulkan kerusakan di ladang dan rumah penduduk.

Pelancong di kawasan Matterhorn menyukai teriakan marmut yang melengking tinggi. Di Zermatt bahkan ada wisata jalan kaki menelusuri habitat marmut untuk melihat binatang itu secara langsung dari dekat. Tidak hanya itu, kios-kios di tempat wisata menjual kartu pos bergambar makhluk kecil bertubuh tambun itu.

Di alam bebas, marmut memang lucu dan menggemaskan. Namun, jika berada di sekitar tempat hidup manusia, konfrontasi bisa terjadi.

Belakangan ini, semakin banyak marmut membuat sarang bawah tanah di desa Zermatt, sehingga merusak ladang pertanian.

Tidak hanya itu. “Jika seseorang meninggalkan pintu balkon dalam keadaan terbuka, marmut bisa menyusup masuk. Mereka lantas menggali lubang di dekat tembok,” kata Romy Biner-Hauser, kepala daerah setempat, kepada Swiss Public Radio seperti dilansir Swissinfo Kamis (14/9/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penyebab perilaku aneh marmut itu sepertinya akibat populasi berlebih, karena mereka tidak banyak diburu, kata Peter Scheibler, kepala Departemen Perburuan, Pemancingan dan Kehidupan Liar di wilayah Valais. Tidak hanya itu, marmut “merasa terlindungi jika berada di daerah di mana manusia tinggal, sebab predator tidak akan memburu mereka di sana,” kata Scheibler.

Pengembala dan petani organik Paul Julen mengaku tidak lagi dapat mengolah salah satu bidang lahannya, karena lubang sarang marmut sangat banyak. Dia nyaris kehilangan dua anak kambing baru lahir, karena terjerembab dalam lubang marmut.

Sekarang wilayah Valais memberlakukan aturan perburuan atas marmut untuk mengendalikan populasinya, seperti yang berlaku pada hewan rusa dan serigala.

“Sejauh ini, pemburu di Zermatt telah menembak beberapa puluh marmut,” kata Scheibler.

Meskipun mendapat protes dari para pelancong yang berwisata ke Zermatt, pihak berwenang setempat merasa pengendalian populasi marmut dengan cara perburuan terkontrol harus dilakukan agar tidak merugikan para petani, tanpa harus mengganggu sektor pariwisata.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hipokrit, Tokoh Partai Anti-Migran Jerman AfD Mempekerjakan Pencari Suaka
Tulisan selanjutnya Antrian Terpisah Putra – Putri di Kantin Sekolah Istanbul Picu Perdebatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Berita
11 Juli 2026 09:55
Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?