Hidayatullah.com—Kepolisian Brazil telah menangkap Carlos Arthur Nuzman, ketua komite olimpiade nasional, yang dituduh terlibat skandal korupsi terkait Olimpiade 2016.
Dilansir Euronews Kamis (5/10/2017), bulan lalu aparat kepolisian menggeledah rumah Nuzman dalam hubungannya dengan penyelidikan kasus ‘Unfair Play’ di tubuh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pengacaranya ketika itu mengatakan Nuzman tidak bersalah.
Penyidik menuding Nuzman bertindak sebagai perantara dalam dugaan pembayaran 2 miliar dolar kepada Papa Masata Diack, putra seorang anggota IOC asal Senegal yang berpengaruh. Papa Masata adalah putra mantan anggota IOC Lamine Diack, yang diduga memberikan suaranya untuk Rio de Jainero sebagai penyelenggara Olimpiade 2016 dalam sebuah sesi IOC di Kopenhagen 2009 dengan imbalan uang.
Papa Masata Diack belum lama ini kalah dalam pengadilan banding guna membatalkan keputusan pengadilan yang melarangnya menggeluti dunia olahraga seumur hidup.
Dilansir The Guardian, polisi mengatakan Nuzman ditahan untuk waktu yang tidak ditentukan. Pria berusia 74 tahun itu ditangkap dengan sangkaan korupsi, pencucian uang dan berpartisipasi dalam operasi kejahatan. Pihak berwenang mencurigai pertambahan drastis 46% kekayaannya antara tahun 2006 dan 2016. Mereka mengatakan tidak menemukan bukti bahwa harta Nuzman berasal dari sumber yang jelas, termasuk aset Nuzman berupa 16 emas batangan senilai $2 juta yang diduga disembunyikan di sebuah bank di Swiss.*