Hidayatullah.com – Otoritas berwenang Iran telah memutuskan akses internet seluler ke situs-situs luar negeri di beberapa provinsi, Reuters dan ILNA melaporkan pada Rabu, sehari sebelum demonstrasi baru yang diserukan lewat media sosial lapor Middle East Monitor pada Rabu (25/12/2019).
Postingan yang menyerukan demonstrasi baru telah diserukan oleh beberapa akun dan kerabat korban terbunuh untuk memperingati mereka yang terbunuh.
Baca: Menanggapi dengan Kekerasan, Iran Dihantam Kerusuhan Terburuk dalam 40 Tahun
Kantor berita ILNA mengutip sumber di Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi yang mengatakan pemblokiran jaringan internet itu diperintahkan oleh “otoritas keamanan” dan mencakup provinsi Alborz, Kurdestan dan Zanjan di Iraq barat dan Fars di Iraq selatan.
“Menurut sumber ini, ada kemungkinan bahwa lebih banyak provinsi akan terdampak pemblokiran konektivitas seluler internasional,” kata ILNA.
Baca: Selama Iran Mendominasi Timur Tengah, ‘Baghdadi Baru’ akan Terus Muncul
Pada November, Iran mematikan jaringan internet selama sekitar satu minggu untuk membantu meredam demonstrasi BBM yang berubah menjadi politik, memicu tindakan keras paling berdarah dalam 40 tahun sejarah Republik Islam Iran.
Pemblokiran internet juga mempersulit para demonstran untuk memposting video di media sosial untuk menghasilkan dukungan dan juga untuk mendapatkan laporan yang dapat diandalkan tentang tingkat kerusuhan.*