Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

400 Pengungsi Anak di Calais Terpisah dari Orangtua karena Penundaan Prancis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2017 16:18 4:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2017 16:18
Bagikan
anak pencari suaka
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekitar 400 pencari suaka anak di Prancis tinggal terpisah dari orangtua mereka karena tertundanya proses permintaan imigrasi di Inggris, menurut sebuah laporan dari Komite Hak Asasi Manusia (BHCR) lapor Daily Sabah, Rabu 11 Oktober 2017.

Prancis belum memberlakukan proses hukum yang diperlukan bagi hampir 400 anak-anak untuk bisa pergi menemui keluarga mereka di Inggris, laporan itu mengatakan.

Anak-anak dibiarkan tanpa orangtua setelah pasukan keamanan membebaskan 10.000 orang yang sedang berada dalam perjalanan menuju Inggris dari kamp pengungsi “Jungle” di Calais, Perancis.

Baca: Prancis Desak Inggris Ikut Tampung Pengungsi

Anak-anak yang tidak didampingi orangtua itu menghadapi ancaman perdagangan manusia, penyalahgunaan dan penyakit.

Bagi kebanyakan imigran, Calais merupakan pemberhentian terakhir sebelum berupaya menyeberangi laut pendek menuju Inggris. Kamp itu telah menjadi sebuah simbol masalah-masalah Eropa dalam menghadapi gelombang imigran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Prancistelah melakukan beberapa misi evakuasi di kamp pencari suaka sementara di Calais, baru-baru ini telah memindahkan 557 imigran pada 19 September, 2017.

Banyak dari mereka berwarganegara Afghanistan dan Kurdi Iraq, tetapi ada juga warga Iran, Pakistan dan Sudan.

Baca: Penampungan Pengungsi Pertama di Paris akan Dibuka Pertengan Oktober

Presiden Emmanuel Macron telah mengatakan menyelesaikan krisis imigran merupakan sebuah prioritas dan dia ingin jalanan Prancisbersih dari para imigran di akhir tahun ini.

Organisasi-organisasi non-pemerintah Prancis telah mengkritik keadaan para pencari suaka di negeri itu, khususnya anak-anak.

Tahun lalu, Inggris bertanggungjawab telah menyebabkan 900 pengungsi anak-anak terlantar tanpa pendampingan orangtua, kebanyakan melalui pelayanan asuh, The Guardian melaporkan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BHCRCalaisKomite Hak Asasi Manusiaorangtuapengungsi AnakPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Arifin Ilham Sebut Publikasi Poligaminya Bantahan untuk Kaum Liberal
Tulisan selanjutnya Pasukan Keamanan Turki Tangkal 515 Serangan Teror

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?