Senin, 8 Agustus 2005
Hidayatullah.com—Berita terbaru menyebutkan, Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon hari-hari ini sering tidak nyaman. Karena, dia terpaksa harus tidur dengan membawa pistol di bawah bantalnya. Ini, disebabkan, pemimpin terkejam di dunia ini ketakutan terhadap ancaman pembunuhan oleh kelompok Yahudi garis keras yang ingin membunuhnya. Kelompok ini, antara lain yang menentang keras pengunduran Yahudi dari Jalur Gaza.
"Walaupun pengawal peribadinya ada, Sharon suka menyimpan pistolnya," tulis koran Israel, Maariv.
Menurut agen rahasia Israel, Shin Beth, ancaman terhadap Sharon dari kelompok Yahudi kian naik tajam. Ini, berkaitan dengan keputusan penarikan 8000 pendatang Yahudi di Jalur Gaza awal bulan ini.
“Sharon selalu mengelak untuk menjawab masalah dia membawa senjata dan selalu bergurau mengenainya, ” kata pembantu dekat Sharon menuturkan pada Maariv.
Sebagaimana diketahui, mantan Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dibunuh pada 4 November 1995 oleh warga Yahudi sebagai bentuk perlawanan perjanjian Israel-Palestina 1993. (AFP)