Hidayatullah.com—Pimpinan World Health Organization mengatakan sedang memikirkan ulang keputusannya menunjuk Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sebagai duta persahabatan organisasinya, menyusul protes dari banyak pihak.
Tokoh-tokoh dunia kesehatan, aktivis dan pemerintah berbagai negara memprotes penunjukan Mugabe sebagai goodwill ambassador organisasi kesehatan dunia itu.
Mugabe, 93, dituding oleh Barat menghancurkan perekonomian negaranya sendiri serta melakukan banyak pelanggaran hak asasi manusia selama berpuluh tahun kekuasaannya.
Inggris mengatakan penunjukkan Mugabe “mencengangkan sekaligus mengecewakan” dan keputusan itu mencemari prestasi yang telah dicapai WHO.
“Penunjukan ini jelas-jelas bertentangan dengan upaya berkelanjutan PBB dalam mendorong reformasi di tubuh PBB dan tindakan kepemimpinan yang sejalan dengan nilai-nilai luhur PBB,” kata jubir Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat seperti dilansir Euronews Sabtu (21/10/2017).
Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia, yang merupakan dirjen WHO pertama asal Afrika, mengatakan sekarang sedang memikirkan ulang penunjukan Mugabe tersebut dengan memperhatikan nilai-nilai yang diusung PBB.*