Hidayatullah.com—Pengunjuk rasa meneriakkan kata-kata “nyawa transgender kulit hitam berharga” dan “kami tidak akan musnah” hari Jumat (24/5/2019) menuntut dihentikannya pembunuhan wanita transgender kulit hitam di Amerika Serikat dan meminta pemerintahan Presiden Trump lebih mengakui hak-hak kaum LGBT.
Bulan ini, tiga wanita transgender kulit hitam tewas akibat luka tembak dalam kurun waktu lima hari di Cleveland, Dallas dan Philadelphia. Total sudah lima orang transgender yang dibunuh pada tahun ini., lapor Reuters Sabtu (25/5/2019).
Para pembela transgender menilai polisi kurang memberikan perhatian terhadap kasus pembunuhan transgender dan korban sering diidentifikasi dengan jenis kelamin asalnya dan bukan identitas gender barunya.
Secara kebetulan, pekan ini pemerintahan Presiden Donald Trump membuat keputusan bahwa orang-orang transgender akan ditolak masuk militer atau dikurangi jumlah mereka.
Sedikitnya 26 wanita transgender dilaporkan dibunuh pada tahun 2018 dan 29 pada tahun 2017 menurut Human Rights Campaign kelompok advokasi LGBT terbesar di AS.
Hari Rabu, Department of Housing and Urban Development mengusulkan peraturan baru yang membolehkan rumah-rumah penampungan tunawisma menolak transgender dengan alasan relijius.
Awal bulan ini, Department of Health and Human Services membolehkan pusat pelayanan kesehatan untuk menolak atau menerima pasien aborsi, gay dan transgender.*