Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Pertimbangkan Sanksi pada Myanmar Terkait Kasus Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2017 08:50 8:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Oktober 2017 08:50
Bagikan
Rex Tillerson
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan hari Senin (23/10/2017), sedang mengambil langkah dan mempertimbangkan tindakan lebih lanjut atas perlakuan Myanmar terhadap masyarakat etnis minoritas Muslim Rohingya termasuk memberlakukan Undang-undang Global Magnitsky.

“Kami menyampaikan rasa prihatin yang sedalam-dalamnya atas kekerasan serta pelanggaran traumatis yang dialami Rohingya dan masyarakat lain,” kata Departemen Luar Negeri Amerika dalam pernyataannya. Ditambahkan bahwa “adalah wajar tiap individu atau entitas yang bertanggung jawab atas semua kekejaman termasuk pelaku non-negara dan barisan swakarsa dimintai pertanggungjawaban atas mereka.”

Baca: Obama Cabut Sanksi Perdagangan Atas Myanmar

Departemen Luar Negeri Amerika membuat pernyataan menjelang kunjungan perdana Presiden Donald Trump ke kawasan Asia Tenggara awal bulan depan untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi negara-negara ASEAN, termasuk Myanmar, yang akan diselenggarakan di Manila, tulis Voice of America.

“Dunia tidak bisa hanya diam saja dan menjadi saksi kekejaman yang dilaporkan terjadi di wilayah tersebut,” kata Sekretaris Negera AS, Rex Tillerson kepada think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington.

“Kami benar-benar berpendapat kepemimpinan militer Myanmar bertanggung jawab atas apa yang terjadi,” sambung Tillerson seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/10/2017)

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan ini adalah respon Amerika terkeras sejauh ini atas krisis Rohingya yang sudah berlangsung berbulan-bulan, namun pemerintah Amerika tidak merinci tindakan apa yang bisa diambil misalnya memberlakukan kembali sanksi ekonomi luas yang telah dihentikan pada pemerintahan Obama.

Baca: 90 NGO Minta Myanmar Diskors dari Keanggotaan

Namun empat puluh tiga anggota parlemen AS mendesak pemerintah Trump untuk mengajukan kembali larangan perjalanan kepada para pemimpin militer Myanmar. Mereka juga meminta AS menyiapkan sanksi yang ditargetkan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan tersebut.

“Pemerintah Myanmar tampaknya menolak apa yang telah terjadi dan meminta Washington untuk mengambil langkah-langkah yang berarti terhadap orang-orang yang telah melakukan hak asasi manusia penyalahgunaan,” bunyi permintaan tersebut, dalam sebuah surat kepada Tillerson dari anggota DPR Republik dan Demokrat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatASEANDonald Trumpkata Departemen Luar Negeri AmerikaKekerasan Rohingyamuslim Rohingyamyanmarpembersihan etnisperjalananRex TillersonRohingyaSanksisanksi perdaganganUndang-undang Global Magnitsky
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alumni ITB Tegaskan Tolak Reklamasi Teluk Jakarta
Tulisan selanjutnya Menag: Indonesia Negara Hukum, Jangan Main Hakim Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?