Hidayatullah.com—Komite Anti Korupsi Arab Saudi yang dikepalai putra Raja Salman Abdul Aziz, Mohammad bin Salman menangkap 11 pangeran Saudi dalam aksi penangkapan haru Sabtu (4/11/2017) sore, kutip Al Arabiya.
Para menteri senior yang dipecat termasuk Kepala Garda Nasional Pangeran Meteb bin Abdullah dan Menteri Ekonomi Adel Fakeih, Abdullah al-Sultan, komandan Angkatan Laut Saudi, digantikan oleh Fahad al-Ghafli. Namun tak ada penjelasan resmi terkait pemecatan para menteri tersebut.
Pangeran Miteb bin Abdullah dibebaskan dari jabatannya sebagai Menteri Garda Nasional dan digantikan oleh Khaled bin Ayyaf, sementara Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri.
Pangeran Miteb, anak mendiang Raja Abdullah, mewarisi kendali pada garda nasional, pasukan keamanan internal elit yang dibangun dari unit kesukuan tradisional, dari ayahnya, yang memimpinnya selama lima dasawarsa.
Baca: Raja Salman Tunjuk Anaknya Sebagai Putera Mahkota Saudi
Pangeran Miteb adalah anggota terakhir cabang keluarga Abdullah yang memegang posisi di tinggi dalam struktur kekuasaan Saudi.
Laporan pemecatan dan penahanan sejumlah pangeran ini muncul beberapa bulan setelah Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mencopot keponakannya Mohammed bin Nayef sebagai Pangeran Mahkota yang kemudian digantikan oleh putra kandung Raja Salman, Mohammed bin Salman.
Dari 11 pangeran termasuk Alwaleed bin Talal, pangeran terkaya di Saudi bahkan di dunia. Penangkapan Alwaleed bin Talal diperkirakan akan mengejutkan bagi pihak Kerajaan maupun keuangan utama dunia.
Alwaleed bin Talal mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding. Saham-sahamnya tersebar di News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola dan banyak perusahaan kelas dunia lainnya. Selain itu ia juga mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.
Komite Anti Korupsi ini mengumumkan hal tersebut setelah membuka file kasus banjir Jeddah pada 2009 dan menginvestigasi isu tentang virus korona (MERS – Middle East Respiratory Syndrome).
Komite ini dikepalai langsung Putra Mahkota dengan anggota Ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, Ketua Otorita Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, dan Kepala Keamanan Negara.
Mohammad bin Salman yang kini diberi otoritas lebih oleh Raja Salman, kini berhak mengeluarkan sebuah surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, serta membekukan aset.
Merujuk pemberitaan media lokal setempat, penangkapan dan ‘sapu bersih’ para pangeran dan pejabat-pejabat itu disebut-sebut sebagai langkah Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk menguatkan posisinya. *