Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Siprus Batalkan Kewarganegaraan Sepupu Assad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Juni 2013 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Juni 2013 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Siprus telah membatalkan status warga negara milyuner Suriah, Rami Makhlouf, yang dicurigai Uni Eropa membantu mengurus keuangan Presiden Suriah Bashar al-Assad di bank, demikian dikatakan pihak berwenang setempat Sabtu (1/6/2013), lapor Reuters.

Makhlouf adalah sepupu Assad dari pihak ibu. Dia secara luas dipandang sebagai bagian terdalam lingkaran rezim Suriah Bashar al-Assad dan dianggap sebagai salah satu pria paling berpengaruh di Suriah.
Siprus memberikan status kewarganegaraan kepada Makhlouf pada Januari 2011. Tidak lama kemudian, istri dan ketiga putra Makhlouf juga mendapatkan kewarganegaraan. Namun, pada bulan Agustus 2012 kabinet memutuskan untuk membatalkan status itu. Sebuah panel hukum menyetujui keputusan pembatalan itu pada bulan Maret 2013.
Keputusan tersebut benar-benar dijalankan dan distempel berlaku oleh pemerintah Siprus dalam pertemuan pekan ini.
Menurut koran setempat Phileleftheroes, Makhlouf sudah mengajukan kewarganegaraan Siprus tahun 2009. Dalam dokumen permohonannnya dia menyatakan memiliki aset properti senilai 320.000 euro di negara pulau itu dan deposito tetap lima tahunan di bank-bank Siprus sebesar 17,3 juta euro.
Jurubicara pemerintah Siprus Christos Stylianides mengatakan bahwa alasan dibatalkannya status kewarganegaraan Makhlouf adalah untuk kepentingan publik.
Sementara itu Amerika Serikat sudah memasukkan nama Makhlouf dalam daftar hitam sanksi sejak 2008, dengan alasan melakukan korupsi publik.
Dalam protes massa di Deraa awal 2011, warga membakar kantor cabang Syriatel, perusahaan komunikasi seluler milik Makhlouf.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mayoritas Rakyat AS Menentang Intervensi Militer ke Suriah
Tulisan selanjutnya Starbucks Hong Kong Pakai Air Toilet untuk Meramu Kopi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?