Hidayatullah.com—Ibukota India sedang diliputi kabut asap karena meningkatnya konsentrasi partikel pencemar udara yang sudah mencapai batas membahayakan. Pihak berwenang meminta sekolah-sekolah ditutup hingga beberapa hari ke depan.
Polusi udara di Delhi menyentuh titik bahaya hari Selasa (7/11/2017), sehingga para dokter menyatakan status “darurat kesehatan masyarakat” di kota yang paling berpolusi itu, lapor DW.
Indian Medical Association (IMA) menyarankan warga untuk tidak keluar rumah dan menghindari sedapat mungkin aktivitas fisik apapun. Sekolah-sekolah dianjurkan ditutup dan penyelenggaraan Delhi Half Maraton, yang dijadwalkan digelar pada 19 November, ditunda.
Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal menyerukan penutupan sekolah-sekolah selama beberapa hari ke depan. “Delhi telah menjadi kamar gas. Setiap tahun, pada masa seperti sekarang, kejadian ini selalu berulang” kata Kejriwal lewat Twitter.
Seiring mendekatnya musim dingin, partikel beracun menyelimuti udara kota Delhi. Penyebab utamanya pembakaran tunggul tanaman oleh para petani di negara-negara bagian sekitar, debu dari lokasi-lokasi konstruksi, emisi kendaraan, serta pembakaran sampah dan batubara. Hembusan angin yang melambat serta rendahnya temperatur udara memperparah masalah.
Tebalnya kabut asap hingga mencapai titik membahayakan sekarang ini, sekali lagi menegaskan reputasi Delhi sebagai salah satu kota yang paling berpolusi di dunia.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Mei 2014 memberikan predikat kepada ibukota India itu sebagai kota paling kotor udaranya sedunia.
Hasil studi yang dimuat jurnal medis Lancet bulan lalu menunjukkan bahwa polusi menghilangkan nyawa 2,5 juta rakyat India pada tahun 2015, yang tertinggi di dunia.
Gelar-gelar tidak menyenangkan tersebut mendorong pihak berwenang mengambil sejumlah tindakan guna memulihkan kualitas udara, seperti melarangan sementara penyulutan kembang api menjelang perayaan Hindu, Diwali. Tahun lalu, pemerintah Delhi bereksperimen mengurangi polusi udara dengan cara membatasi kendaraan bermotor yang lalu-lalang berdasarkan plat nomornya.*