Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ibukota India Sulit Bernapas Terkepung Polusi Udara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 November 2017 07:11 7:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 November 2017 07:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ibukota India sedang diliputi kabut asap karena meningkatnya konsentrasi partikel pencemar udara yang sudah mencapai batas membahayakan. Pihak berwenang meminta sekolah-sekolah ditutup hingga beberapa hari ke depan.

Polusi udara di Delhi menyentuh titik bahaya hari Selasa (7/11/2017), sehingga para dokter menyatakan status “darurat kesehatan masyarakat” di kota yang paling berpolusi itu, lapor DW.

Indian Medical Association (IMA) menyarankan warga untuk tidak keluar rumah dan menghindari sedapat mungkin aktivitas fisik apapun. Sekolah-sekolah dianjurkan ditutup dan penyelenggaraan Delhi Half Maraton, yang dijadwalkan digelar pada 19 November, ditunda.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal menyerukan penutupan sekolah-sekolah selama beberapa hari ke depan. “Delhi telah menjadi kamar gas. Setiap tahun, pada masa seperti sekarang, kejadian ini selalu berulang” kata Kejriwal lewat Twitter.

Seiring mendekatnya musim dingin, partikel beracun menyelimuti udara kota Delhi. Penyebab utamanya pembakaran tunggul tanaman oleh para petani di negara-negara bagian sekitar, debu dari lokasi-lokasi konstruksi, emisi kendaraan, serta pembakaran sampah dan batubara. Hembusan angin yang melambat serta rendahnya temperatur udara memperparah masalah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tebalnya kabut asap hingga mencapai titik membahayakan sekarang ini, sekali lagi menegaskan reputasi Delhi sebagai salah satu kota yang paling berpolusi di dunia.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Mei 2014 memberikan predikat kepada ibukota India itu sebagai kota paling kotor udaranya sedunia.

Hasil studi yang dimuat jurnal medis Lancet bulan lalu menunjukkan bahwa polusi menghilangkan nyawa 2,5 juta rakyat India pada tahun 2015, yang tertinggi di dunia.

Gelar-gelar tidak menyenangkan tersebut mendorong pihak berwenang mengambil sejumlah tindakan guna memulihkan kualitas udara, seperti melarangan sementara penyulutan kembang api menjelang perayaan Hindu, Diwali. Tahun lalu, pemerintah Delhi bereksperimen mengurangi polusi udara dengan cara membatasi kendaraan bermotor yang lalu-lalang berdasarkan plat nomornya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim di Jerman Meningkat Pelajar Muslim di Jerman Harus Mengikuti Kelas dan Peribadatan Katolik
Tulisan selanjutnya Sikapi Penolakan Pengajian, Komnas HAM Minta Negara Hadir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?