Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Memimpin Chechnya Sangat Sulit, Ramzan Kadyrov Bermimpi Pensiun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 November 2017 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 November 2017 20:15
Bagikan
Keakraban Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov dengan Vladimir Putin.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala negara Republik Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan kepada Rossiya 1 TV bahwa meskipun dirinya masih memiliki energi untuk melaksanakan tugas, sudah saatnya dia pensiun sebab kawasan itu telah memasuki tahap baru dalam perkembangannya.

Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran milik pemerintah Rusia itu, Kadyrov mengaku memimpikan pensiun sebab pekerjaannya sebagai kepala negara Republik Chechnya sangat sulit dan menanggung beban tanggung jawab sangat besar.

“Saya pikir waktunya sudah tiba. Sebelumnya, ada kebutuhan akan orang-orang seperti saya –untuk bertempur dalam peperangan, untuk menciptakan ketertiban. Namun, sekarang kita sudah tertata, kita sudah mendapatkan respek, dan ada pengertian di dalam masyarakat dan dengan Rusia. Ini, utamanya, dimanifestasikan oleh fakta bahwa kita diakui sebagai warganegara Rusia,” kata Kadyrov.

Bicara soal calon penggantinya, Kadyrov mengatakan ada beberapa orang, tetapi dia enggan menyebutkan namanya. Dia menegaskan bahwa keputusan harus dibuat oleh pejabat di tingkat yang lebih tinggi, dan dia juga menunjukkan kesediaannya untuk mematuhi perintah apa saja yang datang dari Moskow.

Lebih lanjut Kadyrov mengatakan bahwa dia “senang” karena sanksi yang dijatuhi oleh negara-negara asing disebabkan karena baktinya kepada negara Chechnya dan Rusia.”Kalaupun ada sanksi terhadap saya, itu bukan karena masalah pencurian atau korupsi atau membocorkan rahasia. Saya dijatuhi sanksi karena negara saya dan rakyat saya, dan mereka (pemberi sanksi, red) tidak melukai saya sama sekali,” kata Kadyrov kepada Rossiya 1 seperti dilansir RT Senin (27/11/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kadyrov menegaskan bahwa dia tidak melakukan kunjungan ke Amerika Serikat atau ke Eropa Barat sebelum sanksi yang diberikan negara-negara Barat berlaku efektif, dan dia tidak punya rencana untuk pergi ke sana bila sanksi dicabut.

Ramzan Kadyrov pertama kali menduduki jabatan kepala negara Republik Chechnya pada 2 Maret 2007. Dia kembali ditunjuk untuk menduduki jabatan itu empat tahun kemudian, dan terpilih kembali pada September 2016 dengan suara mayoritas mutlak. Sebelum dan sesudah pemilihan dia selalu mengatakan bersedia meletakkan jabatan jika diminta oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Akan tetapi, di akhir setiap pernyataannya itu, dia juga berjanji akan terus memimpin republik itu jika tidak diminta mundur.

Jajak pendapat yang dilakukan lembaga riset sosiologi Levada pada April 2016 menunjukkan bahwa 69 persen orang Rusia mendukung pencalonan Kadyrov sebagai kepala negara Chechnya, sementara 13 persen menolak dan 18 memilih abstain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Altena Jerman Ditikam, karena Pro-Migran atau Tidak Bekerja dengan Baik?
Tulisan selanjutnya Mantan Mufti Kyrgyzstan Berpoligami: Istri Pertama Saya Agak Marah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?