Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putin: Justru Menguntungkan Rusia, Larangan Impor Makanan dari Negara Barat Terus Berlanjut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2016 09:44 9:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 November 2016 09:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan larangan impor atas sejumlah produk makanan dari negara-negara Barat adalah baik untuk perekonomian Rusia dan harus diberlakukan “selama mungkin.”

Mengakui pernyataannya itu kemungkinan “tidak diduga dan diharapkan” oleh sebagian pihak, Putin menjelaskan bahwa embargo tersebut juga demi kepentingan konsumen, sehingga barang berkualitas baik dengan harga murah bisa lebih mudah didapat.

“Kita harus menciptakan kondisi yang layak,” kata Putin, berbicara di sebuah “Forum Aksi” yang digelar oleh Front Seluruh Rakyat Rusia hari Selasa (22/11/2016) seperti dikutip RT.

Hubungan Rusia dengan Barat memburuk menyusul invasi pasukan pemerintah Moskow ke Semenanjung Krimea di wilayah Ukraina, dan blok negara Barat menjatuhkan sanksi atas Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 2014 Rusia membalas sanksi tersebut dengan menetapkan kebijakan larangan impor sejumlah produk makanan dari negara-negara Barat. Walhasil, produksi pertanian dalam negerinya justru meningkat setelah embargo tersebut diberlakukan.

Pada bulan Juni, Presiden Putin menandatangani dekrit yang memperpanjang sanksi ekonomi atas sejumlah produk negara Barat sampai akhir 2017. Embargo itu meliputi sejumlah produk pertanian, bahan mentah dan makanan dari negara-negara pendukung dijatuhkannya sanksi atas Rusia.

Sebagian pejabat negara Barat menentang pemberian sanksi ekonomi terhadap Rusia, dengan alasan sanksi itu justru merugikan perekonomian negara mereka sendiri.

Di sejumlah negara Eropa, sebagian petani bahkan melakukan demonstrasi menuntut agar larangan penjualan produk pertanian ke Rusia dicabut. Akibatnya, sebagian kalangan pengambil keputusan dan pelaku bisnis mulai mempertanyakan keefektifan sanksi atas Rusia tersebut.

Italia belum lama ini termasuk negara Uni Eropa yang paling gencar menyuarakan agar sanksi atas Rusia dicabut, dengan alasan perekonomian dalam negerinya terganggu gara-gara sanksi itu.

Pekan lalu, anggota parlemen Italia Paola Carinelli mengatakan negaranya “kehilangan hingga 7 miliar euro sejak awal sanksi ekonomi atas Rusia itu dijatuhkan,” sementara ribuan warganya harus kehilangan pekerjaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polda Metro Jaya Minta MUI Keluarkan Fatwa Shalat Jumat di Jalan Raya
Tulisan selanjutnya Dilindungi UU, MUI Tegaskan tak Berhak Larang Aksi Bela Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?