Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Migran Tanpa Dokumen di Libya Tembus Setengah Juta Jiwa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Desember 2017 06:59 6:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2017 06:59
Bagikan
Imigran dari Libya
Bagikan

Hidayatullah.com–Total jumlah migran tanpa dokumen di Libya telah mencapai angka setengah juta, kata Fayez Al-Sarraj, pemimpin pemerintah persatuan  Libya yang didukung PBB.

Al-Sarraj menyampaikan pernyataannya itu pada hari Rabu malam pada KTT African Union-European Union (Uni Afrika-Uni Eropa/AU-EU) kelima yang  berlangsung di kota Pantai Gading,  Abidjan.

Sebagian besar migran tanpa dokumen itu – sekitar 95 persen – datang dari negara-negara Afrika, katanya.

Menurut Al-Sarraj, sekitar 20.000  migran tanpa dokumen – kurang lebih 4 persen dari total – saat ini berada di tempat penampungan yang dikelola pemerintah di seluruh Libya.

Baca: AU Libya: Lebih dari 100 Migran Hilang Akibat Kapal Karam

Sisanya, katanya, telah diserap oleh pasar tenaga kerja lokal

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam beberapa tahun terakhir, Libya telah menjadi pusat transit bagi migran Afrika tanpa dokumen yang “mencari padang rumput yang lebih hijau” di Eropa.

Banyak di antara mereka yang akhirnya direkrut oleh milisi bersenjata atau dimanfaatkan oleh kelompok teroris lokal.

Libya tetap berada dalam kekerasan dan kekacauan sejak 2011, ketika  pemberontakan berdarah yang menyebabkan pemecatan dan kematian  Presiden Muammar Qadhafi setelah lebih dari empat dekade berkuasa.

Kekosongan kekuasaan berikutnya menyebabkan munculnya beberapa kasus perebutan kursi pemerintahan dan sejumlah kelompok milisi bersenjata-berat.

Perbudakan

Awal bulan ini, jaringan televisi AS CNN melaporkan bahwa banyak  migran Afrika di Libya telah ditangkap oleh kelompok kriminal lokal dan dijual ke pasar perbudakan di daerah-daerah tanpa hukum dekat Tripoli.

Baca: Milisi Libya Temukan Ribuan Migran Terdampar di Kota Sabhrata

Pada hari Rabu, Raja Maroko Mohammad VI mengutuk praktek-praktek ini, yang ia gambarkan sebagai “bertentangan dengan hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan”.

Ia menyampaikan pernyataannya itu dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di KTT AU-EU.

“Praktek-praktek yang dilakukan milisi bersenjata ini di luar kendali pemerintah Libya, hal itu bertentangan dengan hak asasi manusia dan nilai-nilai dan tradisi rakyat Libya,” tegasnya.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pernah Larang Ucapan Natal, Yusuf Estes Ditolak Masuk Singapura
Tulisan selanjutnya TGB Zainul Tekankan Pentingnya Persatuan Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?