Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kontak AS-Taliban Dikabarkan Terjalin untuk Akhiri Konflik

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juni 2011 22:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat telah menjalin kontak dengan pemimpin Taliban yang sulit dijumpai Mullah Omar, untuk menegosiasikan mengakhiri konflik di Afghanistan. Seorang mantan jurubicara Taliban Afghanistan telah memainkan peran penting dalam menghubungkan AS-Taliban, sebuah sumber mengatakan kepada The Tribune Express.

Abdul Haqiq, yang beroperasi dengan nama Dr Mohammed Hanif, mantan jurubicara Taliban di Afghanistan, disebutkan membantu Washington menjangkau Mullah Omar. Demikian laporan surat kabar tersebut pada hari Selasa (14/6).

Dr Hanif ditangkap oleh AS dan agen intelijen Afghanistan dari sebuah lokasi rahasia di Afghanistan pada bulan Juni 2007. Dia adalah salah satu juru bicara penting Taliban Afghanistan bersama dengan Yousuf Ahmadi, yang ditunjuk pada posisi itu setelah kepala juru bicara Abdul Latif Hakimi ditangkap pada bulan Oktober 2005 di Pakistan.

Sejauh ini, beberapa klaim telah dibuat oleh AS tentang perundingan dengan Taliban, tapi Islamabad dan Kabul tidak terlibat atas spekulasi pembicaraan tersebut.

Menurut laporan, Amerika Serikat telah menawarkan Taliban kontrol atas Afghanistan selatan, dengan meninggalkan utara yang kekuatan politiknya  di bawah pengaruh Amerika. Namun, hal ini ditolak oleh Taliban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Usulan tersebut tidak mungkin bisa diterima Taliban karena dapat menyebabkan disintegrasi Afghanistan,” kata mantan Kepala Inter-Services Intelligence (ISI) Jenderal Hamid Gul.

Namun, seorang diplomat Pakistan di Kabul tetap optimis tentang perundingan. “Taliban sadar bahwa akan sulit untuk mengalahkan pasukan asing di Afghanistan, atau menguasai seluruh negeri,” katanya. “Demikian pula, AS juga menyadari bahwa pihaknya tidak dapat mengalahkan Taliban sampai beberapa tahun mendatang.”

Di sisi lain, seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri tidak begitu yakin dengan keberhasilan perundingan AS-Taliban. “Pembicaraan tersebut kemungkinan kuat gagal, karena Washington berniat mencapai tujuannya tanpa melibatkan [Presiden Afghanistan Hamid] Karzai. Jika semua Taliban-Afghanistan setuju untuk pembicaraan rekonsiliasi, kontak mereka hanya kepada para pemimpin Afghanistan tanpa kekuatan asing,” kata pejabat itu.

Para diplomat Asia Tengah di Islamabad juga telah menyatakan keraguan mereka tentang kepraktisan pembicaraan AS-Taliban.

“Di satu sisi, AS sedang membangun enam pangkalan militer permanen di Afghanistan, dan di sisi lain berbicara tentang penarikan pasukan dari negara itu,” kata seorang duta besar dari negara Asia Tengah yang mengutip ucapan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

Diplomat Iran dan Rusia di Islamabad juga ragu tentang penarikan sesungguhnya dan bermakna atas pasukan asing pimpinan AS dari Afghanistan.

Sementara itu, Kepala Dewan Perdamaian Afghanistan Profesor Burhanuddin Rabbani mengatakan kepada DPR Afghanistan awal bulan ini bahwa dewan itu telah melakukan kontak dengan Taliban-Afghanistan. Dia lebih jauh mengatakan pada DPR Afghanistan, Taliban tidak bersedia untuk mempercayai proses rekonsiliasi yang dilakukan pemerintahan Afghanistan. “Petinggi Taliban ragu atas inisiatif Kabul,” katanya.

Dewan selama lima tahun terakhir juga menghubungi pemimpin oposisi bersenjata lainnya, seperti Gulbuddin Hekmatyar serta kelompok Haqqani, kata Rabbani.

Dewan tersebut sebelumnya mengatakan telah melakukan kontak langsung dan tidak langsung dengan pimpinan Taliban Afghanistan, namun Taliban tampaknya masih akan berkeras pada tuntutan mereka untuk penarikan pasukan Amerika dan NATO dari Afghanistan sebagai prasyarat bagi pembicaraan dengan Kabul.

Mantan Duta Besar Pakistan di Afghanistan Rustum Shah Mohmand juga ragu dengan keberhasilan Kabul atas upaya rekonsiliasi tersebut.
Mohmand mengatakan kepada The Tribune Express bahwa mereka yang sedang menikmati kekuasaan di Afghanistan tidak tertarik dalam usaha (rekonsiliasi) tersebut.

“Secara riil, orang-orang istimewa (di pemerintahan) tersebut menentang penarikan pasukan asing dari Afghanistan karena mereka sangat sadar bahwa mereka juga akan harus berkemas segera setelah pasukan asing ditarik,” kata dia.*

Keterangan foto: Walau sempat dikabarkan telah tewas, pembicaraan AS-Taliban tetap dengan keterlibatan pemimpin Taliban Mullah Omar.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dicopot Fatah, Dahlan Bersuara di Facebook
Tulisan selanjutnya Terduga Teroris Meninggal, Komnas HAM Nilai Ada Pelanggaran HAM Berat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?