Hidayatullah.com–Indonesia pada hari Kamis meminta negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk memikirkan kembali hubungan mereka dengan Zionis-Israel.
Usulan tersebut muncul setelah pidato Presiden Joko Widodo di KTT OKI di Istanbul hari sebelumnya.
“Kami meminta negara-negara yang tergabung dalam kerja sama Islam yang memiliki hubungan dekat dengan Israel melakukan langkah-langkah diplomatik yang diperlukan, termasuk mempertimbangkan kembali hubungan tersebut,” kata Presiden saat kembali ke Jakarta.
Widodo juga mendorong negara-negara Muslim untuk mendukung Palestina di setiap kesempatan, misalnya dengan melobi negara-negara lain yang belum mengenal kemerdekaan Palestina.
“OKI harus memilih untuk memasukkan keanggotaan Palestina ke semua organisasi internasional,” Widodo menambahkan. “Kita harus memobilisasi dukungan dari negara-negara yang belum mengakui kedaulatan Palestina.”
Baca: Raja Salman Mengutuk Keputusan Trump soal Baitul Maqdis
Dalam KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya, Indonesia telah mendesak negara-negara OKI untuk mempersiapkan sebuah resolusi yang menolak pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Pekan lalu, Trump mengumumkan keputusannya – meski mendapat tentangan luas di Timur Tengah – untuk secara formal mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Washington dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.
Baca: Netanyahu: Pernyataan OKI Terkait Yerusalem tak Berpengaruh bagi Kami
Pengumuman Trump memicu kecaman keras di seluruh dunia, termasuk dari Turki, Uni Eropa dan PBB.
Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mendeklarasikan bahwa Yarusalem (Baitul Maqdis) adalah ibu kota Palestina pada Rabu, (13/12/2017) malam di Istanbul, Turki.
Deklarasi Istanbul yang dijuluki “Freedom for Jerusalem” itu ditetapkan usai pertemuan. OKI adalah badan antar pemerintah terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan 57 negara anggotanya tersebar di empat benua.
“Kami mengkonfirmasi bahwa kami mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan meminta dunia untuk mengenali Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina yang diduduki,” bunyi deklarasi tersebut.*/Sirajuddin Muslim