Hidayatullah.com—Pendiri WikiLeaks Julian Assange mendapat kiriman paket berisi bubuk putih mencurigakan di Kedutaan Ekuador di London.
“Saya dapat mengkonfirmasi bahwa sebuah paket berisi bubuk putih dan sebuah ancaman dialamatkan kepada saya. Barang itu telah diserahkan ke kepolisian diplomatik Inggris. Saya paham mereka akan melakukan uji toksikologi dan forensik,” tulis Assange lewat Twitter.
Hari Selasa malam (6/2/2018) kepolisian Kensington dan Chelsea juga mengkonfirmasi bahwa Assange menerima sebuah paket dan mereka melakukan penyelidikan terkait kasus itu, lapor RT.
Setelah memeriksa isi paket, polisi mengatakan bahwa barang itu telah diperiksa oleh petugas khusus dan dinyatakan sebagai barang yang tidak mencurigakan. “Tidak ada yang terluka dan insiden ini sekarang sudah dinyatakan ditutup.”
Paket berisi ancaman itu diterima Assange di hari yang sama ketika hakim Emma Arbuthot menolak permohonan Assange agar tidak ditangkap untuk diekstradisi ke Swedia, di mana dia menjadi tersangka dua kasus pemerkosaan. Pria asli Australia itu khawatir pada akhirnya dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat, yang memburunya karena telah membongkar ratusan ribu dokumen rahasia milik pemerintah AS yang didapatkannya dari Bradley (Chelsea) Manning.
Assange, yang telah mendapat status kewarganegaraan dari Ekuador pada bulan Desember 2017, bersama tim pengacaranya meminta agar surat perintah penangkapan atas dirinya dicabut, dengan alasan penangkapan dirinya bukanlah kepentingan publik Inggris.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kepolisian Inggris mengeluarkan dana tidak sedikit hanya untuk bersiaga meringkus Assange, kalau-kalau dia keluar dari lingkungan Kedutaan Ekuador. [Baca: Inggris habiskan Rp192 miliar cuma untuk tongkrongin Julian Assange di Kedubes Ekuador]*