Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara AS Veteran Perang Iraq Tabrak Pejalan Kaki yang Dikira Muslim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 April 2019 13:26 1:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 April 2019 13:26
Bagikan
Isaiah Peoples (inzet) adalah anak seorang pastor (pendeta) dan sangat rajin pergi ke gereja.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang tentara Amerika Serikat veteran Perang Iraq menabrak delapan orang pejalan kaki di Sunnyvale, California, karena dia meyakini beberapa di antara mereka adalah Muslim, kata pihak kepolisian.

“Berdasarkan penyelidikan kami, bukti-bukti baru menunjukkan bahwa terdakwa sengaja menarget korban berdasarkan ras mereka dan dia meyakini bahwa para korban itu adalah Muslim,” kata Kepala Departemen Keselamatan Publik Sunnyvale Phan S Ngo hari Jumat (26/4/2019).

Isaiah Peoples, 34, veteran Perang Iraq, menyerudukkan mobil Toyota Corollan miliknya ke sekelompok pejalan kaki dan pengendara sepeda di jalan hari Selasa (23/4/2019). Peoples kabarnya sama sekali tidak berusaha mengurangi laju mobilnya, menabrak sekelompok orang itu dengan kecepatan 60 km/jam. Dari delapanorang korban terluka, tiga di antaranya anak-anak; bocah lelaki berusia 9 tahun, seorang anak lelaki berusia 15 tahun dan seorang anak perempuan berusia 13 tahun keturunan Asia Selatan. Anak perempuan itu dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius di bagian otak dan saat ini berada dalam kondisi koma.

Sejauh ini Peoples dijerat dengan 8 dakwaan percobaan pembunuhan. Namun, pihak jaksa tidak menghapus kemungkinan dia akan dikenai pula dakwaan kejahatan dengan alasan kebencian.

“Sampai pada saat ini belum ada tuduhan kejahatan kebencian, dikarenakan satu hal, yaitu saat ini masalah tersebut masih dalam tahap penyidikan,” kata Jay Boyarski, Asisten Kepala Kejaksaan Distrik Santa Clara County, seperti dikutip seperti dikutip CBS San Fransisco dan dilansir RT Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Peoples dikabarkan pernah mengalami masalah gangguan kesehatan mental di masa lampau. Meskipun belum ada bukti pasti dia mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), keluarga dan pengacaranya berkeyakinan penyakit itu yang mendorong veteran perang tersebut melakukan aksinya.

Angkatan Darat AS mengkonfirmasi bahwa Peoples ditugaskan ke Iraq mulai Juni 2005 sampai Mei 2006. Dia keluar dari dinas kemiliteran dengan terhormat pada tahun 2009 dengan pangkat sersan. Saudara lelakinya, Joshua, mengatakan kepada Mercury News bahwa Peoples bertugas dalam patroli mobil saat berada di Iraq. “Dia sebagai juru tembak sementara mereka (rekannya) menyetir,” kata Joshua. Dia juga menceritakan pada tahun 2015 Peoples pernah sebentar dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena tidak mengkonsumsi obatnya. Dia dibawa ke RSJ setelah membayangkan bahwa pemerintah menyadap rumahnya.

Sejak kembali ke Amerika Serikat, Peoples bekerja sebagai akuntan di Defense Contract Audit Agency dan pekerjaannya dinilai baik. Peoples sendiri adalah anak seorang pastor (pendeta) dan sangat rajin pergi ke gereja.

Menurut polisi, Peoples sedang mengirim suplai makanan untuk kelompok studi Bibel ketika di di tengah perjalanan menyerudukkan mobilnya ke arah sekelompok orang yang dikiranya Muslim.

Para saksi mengatakan bahwa akhirnya kendaraannya berhenti setelah menabrak sebuah pohon, dan berkata berulang-ulang, “Terima kasih Yesus,” lapor Francisco Chronicle, mengutip sejumlah saksi.

Menurut polisi, saat ditangkap Peoples dalam keadaan tenang dan tidak melawan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DDII Sebar 200 Dai Ramadhan di Pedalaman
Tulisan selanjutnya Presiden Bolsonaro Tak mau Brazil Jadi Surga Kaum Gay

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?