Hidayatullah.com—Gambia kembali bergabung dengan Commonwealth of Nations (Persemakmuran Bangsa-Bangsa), setelah hampir lima tahun menarik diri dari organisasi itu saat pemerintahan Presiden Yahya Jammeh.
Peristiwa ini akan ditandai di markas Commonwealth di London hari Kamis (8/2/2018), lapor BBC.
Yahya Jammeh, yang sekarang hidup di pengasingan di luar negeri, membatalkan keanggotaan negaranya di Commonwealth pada tahun 2013, setelah pemerintahannya dituding otoriter dan tidak memperhatikan hak asasi manusia. Jammeh menyebut Commonwealth sebagai “institusi neo-kolonialisme”.
Presiden Adama Barrow langsung mengajukan permohonan kembali masuk Commonwealth setelah dilantik menggantikan Jammeh pada Januari 2017. Dia berusaha memperbaiki hubungan Gambia dengan negara-negara Barat, dan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin dana dari mereka guna menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran.
Gambia menjadi negara keempat yang bergabung kembali menjadi anggota Commonwealth of Nations, organisasi negara bekas jajahan Inggris, menyusul Afrika Selatan, Pakistan dan Fiji.*