Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

200 Tentara Bayaran Rusia Pro Bashar Tewas oleh Serangan Pasukan AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Februari 2018 00:17 12:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2018 23:47
Bagikan
Tentara bayaran Rusia
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah tentara bayaran asal Rusia dilaporkan tewas setelah pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap pasukan pendukung rezim di Suriah pekan lalu, pasca pertempuran sengit yang terjadi pada 7 Februari.

Jika perkiraan jumlah korban tewas terbanyak bisa dikonfirmasi oleh Rusia maka insiden itu termasuk perang paling mematikan sejak berakhirnya era perang dingin. Kejadian itu muncul ketika pasukan asing bertempur di Suriah untuk mempertahankan wilayah yang sebelumnya direbut kelompok ISIS.

“Pasukan tentara bayaran Rusia ini bekerja untuk perusahaan swasta Wagner, yang mengirim ratusan tentara bayaran ke Suriah untuk mendukung pasukan militer Rusia dan pro pemerintah,” begitu dilansir CNN, Selasa, 13 Februari 2018.

Sejumlah sumber Rusia menyebut sebanyak 200 tentara Rusia diperkirakan tewas pada pertempuran Rabu hingga Kamis pekan lalu di sekitar wilayah Deir Azzur, wilayah kaya minyak. Saat itu pasukan yang loyal pada Bashar al-Assad berhadapan dengan pasukan oposisi Kurdi yang didukung oleh penasihat militer AS sebagaimana dikutip theguardian.com, Rabu (14/2/2018).

Baca: Tentara Bayaran Bashar al Assad Tewas Terbunuh

Sedangkan, The New York Times menyatakan pejabat Rusia dan Suriah memperkirakan puluhan pasukan Rusia tewas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara CNN menulis, sekitar seratus pasukan pro pemerintah Suriah tewas dalam pertempuran di dekat Sungai Eufrat. Dari jumlah ini sekitar 30 anggota pasukan yang tewas berasal dari milisi Kristen pendukung Bashar Al Assad.

Saat itu, pasukan khusus AS, yang bertugas di lokasi, menyerang pasukan pro pemerintah Suriah menggunakan berbagai kekuatan udara canggih seperti pesawat tempur F-15E, drone MQ-9, pasukan pengebom B-52, pesawat AC-130 dan helikopter penyerang Apache AH-64. Serangan ini berlangsung selama sekitar tiga jam.

“Begitu pasukan penyerang bergerak ke barat, kami berhenti menyerang,” kata Letnan Jenderal Jeffrey Harrigian.

Mengenai ini, Kremlin mengatakan tidak mempunyai informasi apakah ada pasukan tentara bayaran Rusia yang tewas di lokasi. “Kami hanya menangani data mengenai pasukan Rusia,” kata Dmitri S. Peskov, juru bicara Kremlin. “Kami tidak punya data mengenai orang Rusia yang kemungkinan ada di Suriah.”

Baca: Komandan Hizbullah Tewas, Tandai 40 Tentara Bayaran yang Terbunuh Sejak 1 November

Komando Sentral AS menyatakan kemarin bahwa pasukan AS diserang dari sebuah tank. Serangan itu kemudian dibalas dengan serangan selama tiga jam dengan menggunakan sejumlah drone dan pesawat pengebom jenis B-52.

Satu unit pasukan penyerang berjumlah antara 300 sampai 500 tentara. Anggota pasukan udara AS,  Jeffrey Harrigan mengatakan bahwa para penasihat militer AS ikut beroperasi di sejumlah pangkalan bersama unit pasukan Kurdi.

Dia menambahkan bahwa dirinya ikut membalas serangan udara tersebut. Harrigan mengatakan bahwa serangan tiba-tiba itu tidak bisa dihindari sehingga pihaknya melakukan pembalasan untuk mempertahankan diri.

Insiden ini mewarnai meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Rusia di Suriah. Masing-masing memiliki pasukan milisi yang mereka dukung dan persenjatai.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Apache AH-64B-52bashar al assaddrone MQ-9F-15EKurdimiliter rusiapesawat tempurrusiasuriahtentara bayaran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netanyahu Israel Polisi Israel Rekomendasikan Netanyahu Dituntut atas Dugaan Korupsi
Tulisan selanjutnya Effendi Ghazali Nilai Komunikasi Pemerintah pada Ulama Artifisial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?