Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasangan Libanon-Suriah Pembunuh PRT Filipina Dihukum Mati di Kuwait

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2018 09:57 9:57 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2018 09:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan Kuwait hari Ahad (1/4/2018) menghukum mati pasangan suami-istri asal Libanon dan Suriah secara in absentia karena membunuh seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Filipina, yang mayatnya ditemukan di sebuah lemari pendingin di apartemen mereka awal tahun ini.

Mayat Joanna Demafelis, 29, ditemukan dalam lemari pendingin di sebuah rumah yang ditelantarkan milik Nader Essam Assaf asal Libanon dan istrinya asal Suriah, Mona Hassoun. Hasil otopsi menunjukkan dia dipukuli, mengalami patah tulang rusuk, pendarahan dalam dan memar-memar.

Pasangan suami-istri itu saat ini berada dalam tahanan di masing-masing negara asalnya. Keduanya ditangkap pada bulan Februari di ibukota Suriah, Damaskus, menyusul pencarian oleh Interpol. Kuwait telah meminta agar mereka diekstradisi.

Pengadilan Kuwait memvonis keduanya bersalah melakukan pembunuhan direncanakan dan mengganjar mereka hukuman mati dengan cara digantung. Keduanya bisa mengajukan banding atas keputusan itu, jika kembali ke Kuwait, lapor DW.

Menurut laporan koran Al-Qabas, hakim memutuskan perkara tersebut langsung pada sidang pertama, menyatakan terdakwa bersalah membunuh “PRT Filipina dan memasukkannya ke dalam lemari pendingin.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus pembunuhan tersebut menyulut ketegangan diplomatik antara Kuwait dan Manila.

Bulan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte melarang keberangkatan warganya yang akan terbang ke Kuwait. Dia memerintahkan agar para pekerja Filipina yang mengalami penyiksaan di Kuwait kembali ke kampung halaman.

Bulan lalu Kuwait dan Filipina bertekad untuk mengakhiri perselisihan di antara mereka, menandatangani kesepakatan perihal regulasi kondisi tempat bekerja para pembantu rumah tangga.

Kedubes Filipina Renato Pedro mengatakan bahwa negaranya sudah merepatriasi 4.000 pekerja Filipina yang tinggal di Kuwait tanpa dokumen lengkap.

“Kami sekarang sedang dalam pembicaraan dengan pihak-pihak berwenang di Kuwait guna memastikan amnesti bagi 6.000 warga Filipina yang tinggal tanpa dokumen lengkap supaya dapat dipulangkan,” kata Pedro seperti dilansir DW.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Dukung Anies Tutup Semua Tempat Hiburan Berpraktik Prostitusi
Tulisan selanjutnya Oink..Oink.. China Naikkan Tarif Impor Daging Babi dari Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?