Hidayatullah.com–Yordania mengaku akan terus menutup perbatasan negara meskipun ribuan pengungsi Suriah melarikan diri dari kekejaman negara itu ke perbatasan.
Komandan Angkatan Darat di utara Yordania, Jenderal Khaled al-Massad mengatakan bahwa pihak berwenang khawatir akan kehadiran ‘penyelundup’ di antara para pengungsi.
Menurut dia, sekitar 95.000 warga Suriah telah tiba di perbatasan utara `menyusul operasi terbaru pasukan rezim Suriah ‘.
“Perbatasan ditutup dan tentara siaga pada kelompok pengungsi ini karena takut akan kehadiran penyelundup bersenjata yang menyamar sebagai perempuan,” kata Khaled dikutip AFP.
PBB melalui UNHCR mendesak Yordania untuk membuka pintu bagi warga Suriah yang berusaha melarikan diri dari konflik yang makin memanas di negaranya. Diperkirakan ada 270.000 orang telah melarikan diri dari negara yang mengalami serangan dari udara dan darat selama dua minggu terakhir di Provinsi Daraa.
“Kami menyerukan pada pemerintah Yordania untuk membuka pintunya dan juga untuk negara lain di sekitarnya untuk bisa menerima pengungsi,” ujar juru bicara UNHCR Liz Throssell, Selasa, 3 Juli 2018.
Juru bicara UNHCR lainnya, Andre Mahecic mengatakan sekitar 40.000 warga Suriah telah berkumpul di dekat perbatasan Yordania. Sebelumnya, Yordania sudah menampung 650.000 pengungsi.
Baca: PBB: 50.000 Pengungsi Suriah Terjebak di Perbatasan Yordania
Di saat pemerintah Yordania menutup akses, ratusan warga Yordania berbondong-bodong menuju perbatasan Suriah berturut untuk mengirim bantuan untuk sekitar 270.000 pengungsi yang ada selama dua hari. Mereka mengadakan kampanye donasi nasional yang diluncurkan untuk mengumpulkan bahan makanan dan pakaian untuk keluarga pengungsi.
“Ini adalah tugas kami sebagai warga negara, yaitu membantu saudara-saudara Suriah kami saat ini. Inilah kenapa kami meluncurkan kampanye ini,” kata Hussein Smadi, salah satu penyelenggara kampanye, seperti dikutip dari Aljazeera.
Sekitar 650.000 orang pengungsi Suriah yang ditampung di Yordania sejak perang saudara pecah tujuh tahun lalu sudah teregistrasi PBB.
Pemerintah Yordania memperkirakan angka pengungsi sesungguhnya mencapai 1,3 juta orang dan untuk merawat mereka pemerintah sudah mengucurkan dana 10 juta dolar AS.
Bulan lalu Yordania telah mengumumkan negaranya sudah tidak mampu menampung pengungsi sehingga mengambil keputusan tetap menutup perbatasan.*