Hidayatullah.com—Raja Salman Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz telah menghubungi putra Jamal Khashoggi untuk menyampaikan pernyataan duka cita kepada keluarga wartawan tersebut. Hal itu dilansir kantor Kantor Berita Saudi, SPA, Ahad (21/10/2018).
Putra Jamal, Saleh Khashoggi, menyatakan terima kasih atas ungkapan duka cita dari keluarga Kerajaan.
Jamal Khashoggi, yang merupakan penulis kolom surat kabar Washington Post, hilang sejak ia memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.
Dikutip Reuters, Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (20/10/2018) pagi, mengatakan bahwa Khashoggi meninggal dalam perkelahian di konsulat tersebut namun tidak memberikan penjelasan rinci soal penyebab kematiannya.
Baca: Saudi: Jamal Khashoggi Terbunuh di Konsulat Istanbul setelah “Pertikaian”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir menggambarkan pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi sebagai tidak dapat diterima.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita asing, Adel mengatakan mereka yang terlibat akan menerima hukuman yang sesuai.
Dia mengatakan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kematian kolumnis Washington Post telah bertindak di luar yurisdiksinya.
“Individu yang melakukan ini melakukannya di luar yurisdiksi mereka. Jelas, ada kesalahan besar, dan yang lebih memperparah situasinya adalah, upaya untuk menutup kesalahan.
“Itu tidak dapat diterima oleh pemerintah mana pun, tetapi ini adalah kasusnya, dan kami ingin memastikan mereka yang bertanggung jawab dihukum,” kata Adel pada hari Ahad.
Baca: Parlemen Uni Eropa Desak Penyelidikan atas Hilangnya Khashoggi
Dia juga menunjukkan bahwa Riyadh tidak tahu di mana mayat Khashoggi sebelumnya telah mengkonfirmasi pembunuhan wartawan itu.
Arab Saudi telah mengkonfirmasi bahwa agennya telah membunuh Khashoggi setelah bertengkar di konsulat 2 Oktober.
Namun, mereka menepis tuduhan yang mengaitkan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, dalam pembunuhan itu.
Dia mengatakan, tidak satu pun dari 18 tersangka yang ditangkap sejauh ini, memiliki hubungan dekat dengan Mohammad bin Salman.*