Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Kanada Justin Trudeau Menolak Seruan Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Februari 2019 21:26 9:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Februari 2019 21:26
Bagikan
PM Kanada Justin Trudeau.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menolak seruan mundur dari oposisi pada Rabu malam (27/2/2019), setelah mantan menteri kehakimannya mengatakan kepada parlemen bahwa para pejabat di sekitar Trudeau ditekan untuk tidak menggugat hukum sebuah perusahaan raksasa berbasis di Montreal yang dituduh melakukan tindak korupsi.

Mantan menteri Jody Wilson-Raybould mengatakan kepada anggota dewan House of Commons bahwa dirinya mendapatkan tekanan terus menerus oleh banyak orang di pemerintahan agar mengupayakan interfensi politik guna menghindari gugatan hukum terhadap SNC-Lavalin. Wanita mantan jaksa agung itu mengatakan bahwa dirinya antara lain mendapat tekanan kuat dari Michael Wernick, salah satu pejabat tinggi pemerintah Kanada.

Menanggapi seruan mundur dari oposisi, Trudeau mengatakan bahwa dia “sama sekali tidak sepakat dengan mantan jaksa agung itu dalam penggambaran kejadiannya.”

SNC-Lavalin pertama kali didakwa melakukan korupsi pada 2015, yang mana jaksa mengatakan perusahaan tersebut melakukan pembayaran 130 juta dolar Kanada kepada rezim mendiang Muammar Qadhafi agar mendapatkan kontrak besar dari pemerintah Libya. Kontrak itu termasuk Proyek Raksasa Sungai Buatan Manusia, sistem irigasi terbesar yang pernah dibangun dalam sejarah manusia, lansir DW Kamis (28/2/2019).

SNC-Lavalin melakukan lobi besar-besaran terhadap pemerintah guna menuntaskan perkara korupsi itu di luar pengadilan. SNC-Lavalin berulang kali mengklaim bahwa orang-orang yang terlibat dalam skandal itu sudah hengkang dari perusahaan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketua partai oposisi Andrew Scheer mengatakan bahwa PM Trudeau harus mengundurkan diri dari jabatannya terkait skandal tersebut. Dia mengatakan bahwa Trudeau “tidak lagi dalam posisi berdiri yang baik dengan pikiran yang jernih dalam memimpin negara ini.”

Trudeau menampik sifat dari perselisihan masalah tersebut dalam sebuah konferensi pers, dengan mengatakan bahwa “pemerintahan kami selalu memusatkan perhatian pada tugas,” dan bahwa pemerintahannya sekedar memperdebatkan dalam dari kasus tersebut terhadap tenaga kerja dari perusahaan raksasa berbasis di Montreal itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Venesia Berlakukan Tarif Masuk untuk Wisatawan
Tulisan selanjutnya ‘Babak Baru’ Kasus Kematian Siyono, Keluarga Ajukan Pra Peradilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?