Hidayatullah.com—Serangan atas Kedutaan Korea Utara di Madrid, yang terjadi pada 22 Februari lalu, dilakukan oleh pria warga negara Meksiko yang tinggal di Amerika Serikat.
Adrian Hong Chang, yang memimpin satu kelompok terdiri dari 10 orang saat penyerangan atas kedutaan tersebut, diyakini telah memberikan informasi kepada FBI di New York dan menyerahkan kepada dinas intelijen Amerika Serikat itu materi audiovisual yang didapatnya ketika merampok Kedubes Korea Utara di Spanyol, lapor kantor berita Spanyol EFE seperti dilansir Euronews hari Selasa (26/3/2019).
Pada 22 Februari, Hong Chang memasuki Kedutaan Korea Utara dan meminta bertemu dengan seorang manajer, yang sebelumnya ditipunya dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang pengusaha. Demikian menurut laporan investigasi yang dicabut kerahasiaannya hari Selasa oleh hakim Jose Maria de la Mata dari Audencia Nacional (pengadilan tinggi khusus dan luar biasa yang wilayah kerjanya mencakup seluruh teritori Spanyol).
Dokumen pengadilan itu memaparkan sejumlah kejahatan yang dilakukan Hong Chang dan gengnya, seperti perampokan, pengancaman, penahanan ilegal, pemalsuan dokumen, pencurian serta mencederai orang lain yang dilakukan secara berkelompok.
Dokumen tersebut juga menyatakan bahwa pelaku perampokan di Kedutaan Korea Utara di Spanyol terdiri dari orang-orang berkewarganegaraan Meksiko, Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol sebelumnya mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki insiden di kedutaan tersebut, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Mereka hanya mengatakan seorang warga negara Korea Utara terluka dan tidak ada yang membuat laporan perihal peristiwa itu ke pihak berwajib, lansir Reuters.*