Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dewan HAM PBB Selidiki Kematian Bin Ladin

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 7 Mei 2011 15:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Penyelidik HAM PBB meminta Amerika Serikat untuk mengungkapkan apakah ada rencana untuk menangkap Usamah bin Ladin dan apakah ia ditawari pilihan untuk menyerah dan ditahan.

Dalam prinsip kontak senjata seperti itu harus ada kemungkinan untuk menyerah bagi target, tembakan peringatan, jika perlu baru dilakukan tembakan melukai target, tapi bukan membunuhnya.

JIka prinsip itu tidak diindahkan maka operasi tersebut bisa menjadi “eksekusi berdarah dingin”.

Meskipun demikian kata Martin Scheinin pelapor khusus perlindungan HAM dalam kontra-terorisme, situasi pada saat itu juga harus dikaji, termasuk apakah pasukan AS mendapat serangan.

“Kami hanya mengatakan bahwa pemerintah AS harus menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait apakah benar-benar ada kemungkinan (pilihan) menyerahkan diri dan ditahan yang diberikan oleh AS, tapi mungkin tidak diambil oleh Usamah bin Ladin,” kata Scheinin kapada Reuters lewat telepon (06/5).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Scheinin hingga saat ini masih belum jelas apakah kemungkinan menyerah bagi Bin Ladin saat disergap di rumahnya di Abottabad Pakistan itu telah diupakan oleh Amerika Serikat.

Sebagaimana dilansir Reuters sebelumnya (02/5) seorang pejabat keamanan nasional AS mengatakan, “Ini adalah operasi untuk membunuh,” katanya, seraya menegaskan bahwa tidak ada keinginan sama sekali bagi AS untuk menangkap Bin Ladin hidup-hidup di Pakistan. Tim pasukan khusus Amerika Serikat yang membunuh Usamah bin Ladin mendapat perintah untuk membunuh, bukan menangkapnya.

Namun kemudian, setelah banyak pertanyaan bermuculan dari publik yang mengkritisi jalannya operasi militer itu, Gedung putih lewat suara Direktur CIA Leon Panetta mengatakan dalam wawancara dengan stasiun televisi PBS hari Rabu (04/5) mengatakan bahwa keputusan untuk membunuh Usamah bin Ladin diambil oleh pasukan Navy SEAL yang berada di lapangan.

Navy SEAL yang membuat keputusan akhir untuk membunuh Bin Ladin bukan presiden.

“Wewenangnya adalah untuk membunuh Bin Ladin, tetapi tentu saja sesuai dengan aturan pertempuran, jika ia ternyata mengangkat tangan, menyerah dan tidak menunjukkan tanda-tanda ancaman, maka mereka (Navy SEAL) akan menangkapnya. Tapi mereka punya wewenang penuh untuk membunuhnya,” kata Panetta seperti dikutip Telegraph. *

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMmatiold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lomba Hafal Qur`an Piala Salman Segera Digelar
Tulisan selanjutnya Dirubuhkan, Umat Islam Jum’atan di Reruntuhan Masjid Al Ikhlas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?