Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Bendungan Tak Kunjung Terwujud, Menteri Keuangan Kenya Bantah Tuduhan Korupsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juli 2019 07:43 7:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Juli 2019 07:43
Bagikan
Menteri Keuangan Kenya Henry Rotich.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Keuangna Kenya Henry Rotich menyatakan tidak bersalah di pengadilan dalam dakwaan korupsi, setelah menginap semalam di tahanan.

Henry Rotich dituduh mencurangi prosedur procurement dengan memberikan kontrak bernilai lebih dari $450 juta untuk pembangunan dua bendungan kepada perusahaan Italia CMC de Ravenna.

Bulan Maret, lalu Rotich membantah semua tuduhan lewat sebuah iklan besar di surat kabar.

Pihak perusahaan Italia tersebut juga membantah melakukan kesalahan.

Pengadilan di ibukota Nairobi hari Selasa (23/7/2019) membebaskannya dari tahanan dengan uang jaminan $130.000 dan melarang mendatangi kantornya karena tempat itu sudah menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Keuangan Kenya menyerahkan diri kepada polisi setelah jaksa agung memerintahkan penangkapan atas dirinya dengan tuduhan korupsi.

Jaksa Agung Noordin Haji juga menyelidiki bagaimana bisa kontrak yang diberikan nilainya melonjak $170 juta lebih banyak daripada kontrak aslinya, lansir BBC Senin (22/7/2019).

Haji telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap lebih dari 20 orang lain yang disangka terlibat dalam permainan kontrak tersebut, termasuk beberapa pejabat tinggi pemerintah dan para direktur CMC de Ravenna.

Awal tahun ini, media lokal melaporkan bahwa berdasarkan dokumen investigasi terungkap adanya pembelian barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan pembangunan bendungan, contohnya belanja perlengkapan tidur sebesar $38.000.

Haji mengatakan kepada jurnalis BBC bahwa kontrak yang ada dan pinjaman uang dalam proyek tersebut bukan demi kepentingan rakyat, melainkan diselewengkan untuk pihak-pihak tertentu, sehingga negara uang cukup banyak.

Lebih dari $200 juta sudah dihabiskan sejauh ini untuk proyek itu, tetapi bendungannya satu pun belum tampak wujudnya.

Pada bulan April, Presiden Uhuru Kenyatta pernah mengatakan bahwa pejabat yang menjadi terdakwa kasus korupsi harus mengundurkan diri. Namun, Rotich belum melakukannya.

Kenyatta sendiri belum berkomentar perihal kasus yang menimpa menteri keuangannya tersebut.

Di pengadilan Rotich didakwa dengan lebih dari 10 kejahatan finansial, termasuk penipuan, penyalahgunaan jabatan dan menerima suap.

Total ada 15 pejabat yang ikut menjadi terdakwa dalam kasus Rotich itu, dan mereka semua juga menyatakan tidak bersalah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kenya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cacing Obama Pemakan Daging Menginvasi Eropa Lewat Spanyol
Tulisan selanjutnya Polres Pasuruan Sebar Polisi ke Masjid untuk Cegah “Radikalisme”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?