Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswi Univeritas Aligarh Turun Jalan Membela Hak Berhijab di Karnata, India

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Februari 2022 07:15 7:15 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Februari 2022 09:00
Bagikan
jilbab india
Pada hari Jumat, beberapa mahasiswi Universitas Muslim Aligarh mengadakan protes terhadap larangan jilbab di beberapa lembaga pendidikan di Karnataka. (Foto: Perwakilan/PTI)
Bagikan

Hidayatullah.com— Kontroversi hijab yang terjadi di Karnataka mencapai Aligarh Muslim University (AMU). Marah atas penolakan siswi berjilbab di Karnataka, menjadikan ratusan mahasiswi berbaris dan melakukan aksi protes hari Jumat.

Ratusan mahasiswi meneriakkan slogan-slogan “Allahu Akbar”. Para mahasiswi berbaris dari Duck Point universitas menuju Gerbang Bab-e-Syed.

Mahasiswi yang berkumpul di kampus AMU mengatakan bahwa yang terjadi di Karnataka adalah ulah partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) dan kelompok radikan RSS.

Para mahasiswi –yang sebagian besar mengenakan hijab– meneriakkan tuntutan dan hak mereka kepada pemerintah untuk bisa berjilbab, sebagai telah bertahun-tahun masalah ini tidak pernah adalah masalah.

Di luar gerbang AMU di Aligarh Uttar Pradesh, polisi telah dikerahkan. Berbicara secara eksklusif kepada India Today, para mahasiswa yang menggelar aksi protes mengatakan, “Kami ingin meminta pemerintah untuk tidak melarang hijab kami. Dengarkan kami. Kami tidak akan melepas hijab kami, kami telah memakainya selama bertahun-tahun.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini adalah hak konstitusional kami. Orang-orang mencoba menjadikannya masalah Hindu-Muslim tetapi kami hanya ingin memilih apa yang akan dikenakan,” katanya.

Para mahasiswi mengatakan bahwa hari ini mereka berdiri untuk mendukung gadis-gadis yang dilarang pergi ke sekolah.  “Hari ini kami ingin mengatakan bahwa pertarungan ini bukan dari Allahu-Akbar dan Jai Shri Ram (pekikan Hidup Dewa Rama), pertarungan ini adalah milik kita. Mengenakan hijab adalah hak dasar. Hak ini termasuk dalam kategori kebebasan berekspresi di yang dilundungi konstitusi,” demikian teriaknya dikutip laman newsncr.

Menurut mereka, setiap individu memiliki hak atas kebebasan beragama bersama dengan hak atas privasi. “Gadis-gadis Muslim telah mengenakan jilbab selama berabad-abad di negara ini. Mengapa masalah ini diangkat sekarang, ” tanya seorang mahasiswi dalam aksi itu dikutip timeofindia-indiatimes.com.

Para mahasiswi menegaskan kembali bahwa ideologi yang didorong oleh kebencian tidak dapat menghalangi siswa perempuan berhijab dalam pendidikan mereka. Dalam aksinya mereka mengangkat poster-poster bertuliskan, “Mengapa hijab saja jadi masalah Anda?” dan “Jika seorang wanita bebas menunjukkan tubuhnya, mengapa dia tidak bebas menutupinya?”.”

“Apakah ini cara mereka menerapkan Beti Bachao Beti Padhao? Sementara anak perempuan dilarang [masuk institut di Karnataka dengan mengenakan jilbab], anak laki-laki yang mencemooh dan melecehkan mereka dibiarkan bebas hukuman. Mengapa? Siapa yang memberi mereka berhak seenaknya melecehkan wanita? Hal ini bisa terjadi pada wanita mana pun. Dan jika pemerintah membiarkan pria-pria ini bebas dari hukuman, semua wanita akan takut meninggalkan rumah mereka,” kata siswa lainnya.

Aparat polisi berjaga-jaga di Gerbang Kampus Universitas Aligarh

Awal pekan ini, sebuah video menjadi viral di mana seorang mahasiswi berhijab dicemooh oleh sekelompok pria yang mengenakan syal safron. Insiden kelompok-kelompok yang mengenakan selendang safron sebagai tanggapan terhadap perempuan yang memperjuangkan hak mereka untuk memasuki institut dengan jilbab dilaporkan di banyak bagian Karnataka.

Kontroversi hijab (jilbab) di Karnataka bermula pada 1 Januari 2022, ketika itu, siswi Muslim di perguruan tinggi Pra-Universitas Wanita Udupi tidak diperkenankan masuk kelas oleh pihak sekolah karena mereka mengenakan jilbab. Sejak itu, beberapa insiden telah terjadi di seluruh Karnataka di mana siswi-siswi Muslim diprotes dan siswa Hindu mulai mengenakan selendang safron sebagai tanda penolakan.

Bentrokan dalam peristiwa ini berubah menjadi kekerasan awal pekan ini. Isu ini kini telah menyebar ke berbagai wilayah India yang didominasi Hindu. Masalahnya ada di Pengadilan Tinggi Karnataka saat ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabislamofpbia di Indiajilbabkarnatamuslim IndiaPelajar Muslim KarnataUniversitas Aligarh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti: Minum Tiga Cangkir Kopi Sehari Membantu Memperpanjang Usia?
Tulisan selanjutnya Benarkah Ibn Rusyd Liberal?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?