Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Blokir Akses Telepon Genggam di Kamp Pengungsian Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 September 2019 22:01 10:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2019 09:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bangladesh memerintahkan perusahaan telekomunikasi untuk berhenti menjual kartu SIM dan menutup layanan ponsel ke hampir satu juta pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsi terbentang luas.

Perintah itu bergema ke seluruh kamp-kamp pada Senin, di mana negara itu mengancam untuk memutuskan Rohingya dari beberapa kamp yang terbentang beberapa kilometer di distrik perbatasan Cox’s Bazar. Pemadaman komunikasi juga akan mengisolasi Rohingya dari keluarga yang masih berada di Myanmar dengan mereka yang menyelamatkan diri dari pembersihan etnis militer yang brutal.

Para penyedia jaringan telekomunikasi memiliki tujuh hari untuk menyampaikan laporan kepada pemerintah tentang tindakan yang mereka ambil untuk mematikan jaringan di kamp, kata Zakir Hossain Khan, juru bicara Komisi Pengaturan Telekomunikasi Bangladesh.

“Banyak dari para pengungsi menggunakan telepon genggam di kamp. Kami telah meminta para operator untuk melakukan tindakan untuk menghentikan itu,” Khan mengatakan pada kantor berita AFP, mengatakan keputusan itu dibuat dengan “alasan keamanan”.

Baca:  200 Ribu Pengungsi Rohingya Peringati Dua Tahun Pembersihan Muslim

Perintah itu menyusul laporan oleh pemerintah tentang serangkaian kejahatan di kamp-kamp pada minggu ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 700.000 etnis Rohingya menyelamatkan diri ke Bangladesh dari Rakhine, Myanmar pada awal Agustus 2017, disebabkan kekerasan yang dilakukan militer terhadap minoritas Rohingya yang mayoritas beragam Islam, sebuah pembantaian sistemik yang digambarkan Persatuan Bangsa-Bangsa sebagai “contoh buku pembersihan etnis”.

Mereka bergabung dengan 200.000 etnis Rohingya yang telah menyelamatkan diri bertahun-tahun sebelumnya.

Tindakan keras terkait telepon genggam itu terjadi hanya beberapa hari setelah puluhan ribu etnis Rohingya berunjuk rasa pada peringatan dua tahun eksodus besar-besaran tersebut.

Tidak ada cara lain untuk berkomunikasi

Sementara Bangladesh secara resmi melarang telepon genggam di kamp-kamp pengungsi sejak 2017, tindakan itu tidak pernah ditegakkan sepenuhnya dan kartu-kartu sim dan perlengkapan telepon genggam masih tetap mudah di dapat di pasar yang berkembang di kamp.

Baca:  Militer Myanmar Menyiksa Imam Shalat Tarawih Rohingya

Pengungsi bergantung pada teknologi, bersama dengan siaran radio, untuk menyebarkan informasi dan berhubungan dengan keluarga.

“Kami tidak akan dapat berkomunikasi dengan kerabat kami yang tinggal di Myanmar atau bagian lain dunia,” kata seorang pemimpin Rohingya, yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip.

Pemimpin tersebut menambahkan banyak Rohingya yang mengandalkan pengiriman uang yang dikirim oleh anggota keluarga mereka di luar negeri biasanya menerima panggilan telepon yang memberitahukan mereka tentang pengiriman itu.

Seorang pejabat PBB, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan langkah itu akan “lebih jauh mengisolasi dan menjadi korban orang-orang yang sudah dianiaya”.

“Berupaya untuk membatasi komunikasi mereka di antara mereka sendiri, dengan orang Bangladesh dan orang-orang di luar negeri, hanya akan mendorong mereka ke arah kebiasaan negatif baik itu kejahatan, kekerasan atau ekstremisme,” katanya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshetnis RohingyamyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TPQ di Purwokerto Peringati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah
Tulisan selanjutnya Seks Bebas, Dulu Haram Kini Boleh?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?