Hidayatullah.com–Presiden Mesir yang baru saja digulingkan rakyat, Hosni Mubarak, dikabarkan mengalami gangguan kesehatan serius dan pingsan sesaat sebelum berpidato secara langsung di televisi pemerintah Kamis lalu. Demikian sumber-sumber di Mesir mengatakan kepada Maan, Ahad (13/2).
Kondisi Mubarak yang kurang baik disebut-sebut menjadi penyebab tertundanya pidato pada hari Kamis lalu.
Sumber itu mengatakan, para pemimpin militer Mesir tidak ingin memberikan tekanan yang terlalu keras pada saat-saat terakhir pengunduran diri Mubarak, dikarenakan kondisi kesehatannya yang memburuk.
Pada hari Jumat (11/2) atau bertepatan dengan hari ke-18 aksi protes massa di seluruh penjuru negeri, Mubarak akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada militer. Padahal sehari sebelumnya dia menyatakan menolak untuk mundur dan bertekad menuntaskan tugas kepresidenan hingga September tahun ini.
Surat kabar Al-Wasat yang berbasis di Bahrain hari Sabtu melaporkan bahwa Mubarak jatuh koma. Koran tersebut mengutip sumber-sumber yang dekat dengan Mubarak.
Hari Ahad (13/2) koran Al-Masry Al-Yaum melaporkan bahwa Mubarak telah berada di Baden, Jerman, guna menjalani perawatan medis.
Sebelumnya, kata koran Mesir itu, Mubarak bersama keluarga terbang dari Kairo menuju rumah peristirahatan mereka yang berada di daerah wisata Sharm el-Sheikh.
Koran tersebut melaporkan, Mubarak pernah menjalani operasi di Jerman untuk menghilangkan radang pada kandung empedunya pada Maret 2010. Tahun 2004 di negara yang sama, Mubarak menjalani operasi di bagian punggung.*