Hidayatullah.com—Unjuk rasa damai pro-kemerdekaan Catalunya (Catalonia) yang diikuti 350.000 orang, hari Sabtu (26/10/2019), berakhir dengan kekerasan setelah elemen militan dalam gerakan itu bentrok dengan polisi, mengubah jalan-jalan di kota Barcelona menjadi ajang pertempuran.
Proyektil ditembakkan dan sedikitnya enam orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka, menyusul dibakarnya barikade oleh para demonstran yang marah sebab polisi menciduk sejumlah pengunjuk rasa –kebanyakan berusia muda dan mengenakan penutup wajah– yang menyemut di luar markas besar Kepolisian Spanyol.
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya demonstran dapat dibubarkan dari jalan-jalan di kota itu, lansir Euronews.
Sebelum itu, ratusan ribu separatis Catalunya turun ke jalan guna menuntut kemerdekaan wilayah itu dari Kerajaan Spanyol dan menuntut agar rokoh-tokoh pro-kemerdekaan dikeluarkan dari penjara.
Jalan-jalan di ibukota Catalunya itu setiap hari dipenuhi pengunjuk rasa sejak 14 Oktober, ketika Mahkamah Agung Spanyol menjatuhkan hukuman penjara kepada sembilan politisi dan aktivis pro-kemerdekaan.
Mereka diganjar hukuman penjara sampai 13 tahun karena perannya dalam upaya memproklamasikan kemerdekaan Catalunya yang gagal pada 2017.
Sementara itu, para walik kota di seluruh Catalunya menuntut agar mereka diperbolehkan memetakan masa depan politik wilayah tersebut.
Hingga saat ini rakyat Spanyol yang tinggal di Catalunya masih terpecah pendapatnya tentang kemerdekaan wilayahnya dari Spanyol.*