Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendeta Senior Ortodoks Rusia: Aborsi Lebih Mengerikan Dibanding Holocaust

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2019 18:50 6:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2019 18:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pemuka Kristen Ortodoks membandingkan jumlah aborsi di Rusia dengan kehilangan nyawa selama Perang Dunia II, sementara Gereja Ortodoks Rusia terus mengupayakan undang-undang larangan aborsi.

“Berapa banyak orang yang kita membunuh diri kita sendiri? Lebih banyak dibanding [jumlah korban] Perang Dunia Kedua,” kata Dmitry Smirnov, kepala Komisi Patriarki untuk Keluarga, dalam sebuah forum kesehatan keluarga seperti dikutip RT Kamis (27/2/2019).

Dia mengatakan bahwa tingginya angka aborsi merupakan “pembunuhan massal terhadap anak-anak Rusia” dan “lebih buruk dibanding Holocaust.”

Pemuka Kristen Ortodoks itu menyeru agar pendapat publik perihal aborsi diubah, sebab sikap toleran terhadap masalah itu berarti mengarahkan bangsa Rusia “bunuh diri.”

Dia juga menegaskan kembali pendapatnya bahwa pembebasan terhadap aborsi harus dilarang, dengan alasan uang negara seharusnya tidak dipakai untuk “membunuh rakyatnya sendiri.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan Smirnov itu sejalan dengan upaya Gereja Ortodoks Rusia untuk memperketat aturan aborsi yang sepanjang sejarah bangsa itu liberal, guna menanggulangi angka kelahiran yang menurun dan menyokong “nilai-nilai keluarga.”

Meskipun aborsi legal dan bebas di Rusia, tetapi sejumlah daerah berusaha mencari cara untuk membatasinya.

Pada bulan Januari, Gubernur Daerah Penza di bagian tengah Rusia mengeluarkan inisiatif kontroversial, memerintahkan kepala-kepala daerah di bawahnya untuk secara pribadi kepada para wanita perihal mengakhiri kehamilan mereka.

Ide itu menyulut perdebatan publik di Rusia antara kelompok yang pro-kehidupan alias antiaborsi dengan kelompok yang ingin wanita diberi kebebasan untuk memilih aborsi atau tidak.

Meskipun ada penurunan rasio aborsi-kelahiran sejak era 1990-an, tetapi Rusia masih menjadi salah satu negara yang tingkat aborsinya tertinggi di dunia, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Pemerkosaan Berusia 11 Tahun Melahirkan Anak Setelah Dokter Menolak Aborsi
Tulisan selanjutnya Ribuan Orang Aljazair Menuntut Presiden Bouteflika Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?