Hidayatullah.com– Seorang lelaki yang dipercayai merupakan pemimpin utama gerakan Syiah di Malaysia ditahan oleh Kantor Agama Islam Selangor (JAIS) Malaysia dalam sebuah penggerebekan di Gombak.
Menurut Wakil Ketua JAIS, Azlinda Azman di Kuala Lumpur, Jumat (25/10/2019), pihaknya telah menahan 21 pengikut ajaran Syiah di sebuah bangunan yang dijadikan markas kelompok itu pada pukul 21.55, Kamis malam.
Azlinda mengatakan, penangkapan dilakukan mengikuti Pasal 12 (C) dari Undang-Undang Hukum Pidana Syariah Selangor Syariah 1995 dengan denda tidak lebih RM3,000 atau penjara tidak lebih dua tahun atau kedua-duanya hukumani.
JAIS telah mengeluarkan fatwa pada 17 Oktober 2013 oleh Kantor Fatwa Negeri Selangor bahwa Syiah bertentangan dan menyeleweng dari ajaran Islam sesuai Ahli Sunnah Wal Jama’ah.
JAIS turut menyita kain rentang, bingkai gambar, batu karbala, kitab serta buku-buku berkaitan dengan ajaran Syiah.
Menurut Azlinda, pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat berkaitan aktivitas yang dijalankan penganut ajaran Syiah itu.
“Selanjutnya penyelidikan dilakukan dan menemukan adanya penemuan di lokasi tersebut. Semua yang ditahan itu dibawa ke Kantor Agama Islam Gombak untuk siasatan lanjut,” ujarnya kutip Antaranews.
Azlinda pun mengingatkan rakyat Selangor agar menolak Syiah. Ia mengatakan, JAIS akan terus memantau penganut ajaran Syiah untuk memastikan tidak ada semua aktivitas berkaitan Syiah terutama berkaitan sambutan Hari Karbala setiap 10 Muharam.
Kata Azlinda, JAIS tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap penganut ajaran Syiah.
JAIS meminta kerja sama masyarakat menyampaikan semua aktivitas yang mencurigakan berkaitan kejahatan syariah kepada pihak JAIS.
Dalam menanggulangi penyebaran ajaran Syiah, Pemerintah Selangor beberapa waktu telah menghadirkan kuliah umum dengan menghadirkan pakar Syiah dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) Prof Dr Kamaluddin Nurdin Al-Bugisy.
Penyampaian materi oleh mantan Ketua Program Akidah dan Agama USIM asal Indonesia itiu dihadiri oleh pejabat tinggi gubernur (exco kerajaan/pemerintah), DPRD (Anggota Dewan Undangan Negeri/ADUN), Polisi Diraja Malaysia (PDRM), sertap para ulama Selangor.*