Hidayatullah.com–Sebelum protes merebak di Hong Kong lima bulan lalu, Pino adalah seorang penari yang mengikuti kursus beragam jenis tarian selama bertahun-tahun, mulai dari jazz sampai hip-hop dan bahkan pole dancing.
Sekarang, wanita pekerja IT berusia 31 tahun itu memilih untuk belajar bela diri.
“Saya berhenti menari, sekarang saya bertarung,” kata wanita kurus itu yang hanya bersedia disebut sebagai Pino, seperti dikutip Reuters Jumat (1/11/2019).
Sekali sepekan, Pino menghadiri kelas bela diri di mana instrukturnya mengajarkan cara melawan polisi, menghindari penangkapan dan menavigasi jalan di sekitar daerah kerusuhan. Pelajarannya terkadang disertai penayangan rekaman asli bentrokan antara polisi dan demonstran.
Kelas semacam itu merupakan salah satu yang marak di Hong Kong beberapa bulan belakangan ini, kata demonstran.
“Tidak hanya orang-orang yang berada di baris depan dan para pemuda, kita semua perlu belajar ketangkasan ini untuk melindungi diri sendiri,” kata William Cheung, penyelenggara kelas bela diri yang rutin digelar di Chinese University of Hong Kong.
“Topik pelajaran hari ini adalah melepaskan diri,” kata pemuda berusia 19 tahun yang hanya bersedia menyebutkan inisial namanya R.
“Sepertinya perkelahian (polisi dengan demonstran) belum akan berakhir dalam waktu dekat, dan saya tidak tahu sampai kapan akan berlangsung,” kata R, saat mengikuti latihan di halaman perpustakaan Universitas Hong Kong pada suatu pagi belum lama ini, di mana peserta diajar menangkal pukulan pentungan polisi dengan tasnya. Itu mengapa menurut R belajar bela diri sangat penting.
Bukan hanya polisi, demonstran Hong Kong harus berhati-hati juga terhadap serangan kelompok lain, terutama setelah sekelompok geng kriminal terorganisir (triad) menyerang demonstran di sebuah stasiun kereta bawah tanah di distrik Yuen Long pada bulan Juli.
Pino, yang menjadi sukarelawan medis selama unjuk rasa berlangsung dan merawat orang-orang yang terluka, mengatakan bahwa dia sudah belajar bagaimana cara melumpuhkan senjata lawan.
Sepertinya dalam waktu dekat dirinya belum akan kembali ke kelas menari.
“Saya pikir dalam kondisi seperti sekarang ini, kita perlu bertarung, bukan menari,” ujar Pino.*