Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang yang Sudah Divaksinasi Masih Dapat Ketularan dan Menularkan Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Januari 2021 19:24 7:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Januari 2021 19:24
Bagikan
vaksin-covid-19-gaza
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 masih dapat menularkan virusnya ke orang lain dan harus tetap mengikuti aturan lockdown, kata Deputy Chief Medical Officer England memperingatkan.

Menulis di koran Sunday Telegraph, Prof Jonathan Van-Tam menekankan bahwa para ilmuwan masih belum mengetahui pasti dampak vaksin terhadap penularan penyakit.

Dia mengatakan vaksin “memberikan harapan” tetapi tingkat penularan harus segera diturunkan pula, lansir BBC Ahad (24/1/2021).

Prof Van-Tam mengatakan tidak ada vaksin yang benar-benar efektif 100%, jadi vaksin tidak memberikan garansi perlindungan dari penyakit.

Sangat dimungkinkan seseorang dapat tertular virus dalam periode dua hingga tiga pekan setelah mendapat suntikan, katanya, dan ada baiknya memberikan waktu sedikitnya tiga pekan agar respon imun terbentuk dalam tubuh orang dewasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bahkan setelah Anda mendapatkan kedua dosis vaksin, Anda kemungkinan masih dapat menularkan Covid-19 ke orang lain dan dengan demikian rantai penularan terus berlanjut,” kata Prof Van-Tam.

“Apabila Anda mengubah perilaku Anda masih dapat menyebarkan virus, menjadikan jumlah kasus tetap tinggi dan menimbulkan risiko kepada orang lain yang juga membutuhkan vaksin tetapi antrean gilirannya masih lama.”

Baik vaksin coronavirus buatan Pfizer-BioNTech maupun  Oxford-AstraZeneca harus diberikan dua dosis kepada setiap orang.

Di Inggris, maksimum waktu jeda suntikan pertama dengan kedua diperpanjang dari tiga pekan menjadi 12 pekan agar semakin banyak orang yang memperoleh suntikan pertama.

Namun, British Medical Association (BMA) mengatakan perpanjangan jeda itu “sulit dibenarkan” dan jeda seharusnya dikurangi menjadi 6 pekan.

Ketua BMA Dr Chaand Nagpaul kepada BBC bahwa ada kekhawatiran vaksin semakin tidak efektif jika dosis pertama dan kedua diberi jeda 12 pekan.

Sejauh ini, sekitar 5,8 juta orang di Inggris sudah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19, menurut data pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19Prof Van-TamvaksinVaksinasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang di England dan Skotlandia Paling Sering Mabuk Miras
Tulisan selanjutnya penyuap kasus korupsi bansos KPK Bantah Ada Radikalisme dan Tuduhan ‘Taliban’ di Institusinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?