Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Netanyahu: Amerika Mudah Dibohongi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2010 11:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyebut Amerika Serikat mudah untuk dibohongi, ketika mendiskusikan bagaimana cara untuk melucuti perjanjian Oslo. Pernyataan Netanyahu itu terekam dalam sebuah video yang diungkap baru-baru ini.

Televisi Israel Channel 10 menayangkan video pertemuan Netanyahu dengan pemukim Yahudi di Tepi Barat tahun 2001, yang direkam tanpa sepengetahuan Netanyahu, pada Jumat (16/7) malam lalu.

Dalam salah satu bagian, Netanyahu mengancam Otorita Palestna dengan serangan yang luas.

“Pokoknya pertama-tama adalah memukul mereka. Tidak hanya dengan satu pukulan, tapi dengan pukulan-pukulan yang sangat menyakitkan dan harganya sangat berat untuk dipikul,” kata Netanyahu kepada para pemukim yang anggota keluarganya mati dalam serangan Palestina.

Ketika itu Intifada Kedua baru saja pecah dan ketegangan Palestina-Israel sedang meningkat. Ariel Sharon yang saat itu menjabat Perdana Menteri mengirimkan pasukan ke Tepi Barat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam rekaman tersebut, Netanyahu yang pada saat itu tidak memiliki jabatan politik, mengatakan bahwa Amerika Serikat gampang dikadali.

“Saya tahu seperti apa Amerika itu. Amerika adalah sesuatu yang bisa digerakkan dengan sangat mudah, disetir ke arah yang benar. Mereka tidak akan ke mana-mana,” kata Bibi–panggilan akrab Netanyahu.

Bibi juga bicara banyak tentang bagaimana mengakali Perjanjian Oslo, yang ditandatangani tahun 1993 sebagai kerangka negosiasi Palestina-Israel masa depan.

Secara khusus dalam Perjanjian Oslo disebutkan bahwa Israel boleh memiliki zona militer di Tepi Barat dalam perjanjian apapun di masa datang dengan Otorita Palestina.

Kepada para pemukim itu Netanyahu mengatakan bahwa ia akan menggunakan celah itu untuk mencaplok sebagian besar wilayah Palestina.

Ia menegaskan, akan menginterpretasikan perjanjian tersebut sedemikian rupa hingga perbatasan Israel bisa melampaui apa yang telah ditetapkan pada tahun 1967.

“Bagaimana kita melakukannya? Tidak ada seorang pun yang mengatakan apa zona militer itu. Zona militer adalah zona aman. Sepanjang yang saya tahu, seluruh Lembah Yordan adalah zona militer,” katanya sebagaimana dilansir Al-Jazeera (18/7).

Dalam rekaman itu, Netanyahu menggambarkan Bill Clinton–yang ikut merundingkan Perjanjian Oslo–sebagai seorang “Pro-Palestina radikal.” [di/jzr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mata-Mata Israel Itu Akhirnya Lari
Tulisan selanjutnya Ramadhan, BMH Sebar Dai ke Pelosok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Berita
5 September 2026 10:14
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?