Hidayatullah.com—Ethiopia menyatakan setuju Amerika Serikat memimpin mediasi guna mengakhiri pertikaian dengan Mesir soal pembangunan bendungan raksasa Grand Renaissance Dam.
Ethiopia sebelumnya menolak tawaran AS untuk menggelar pertemuan-pertemuan arbitrasi dengan negara tetangga Sudan dan Mesir, bersikukuh tidak akan dipengaruhi oleh pihak luar soal pembangunan bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air yang akan memasok 6.000 megawatt.
Dilansir BBC Kamis (31/10/2019), seorang jubir pemerintah Ethiopia mengatakan menteri-menteri luar negeri Ethiopia, Sudan dan Mesir akan bertemua di Washington guna melakukan pembicaraan, tetapi tanggalnya belum ditetapkan.
Pekan lalu, Ethiopia menuding Mesir berusaha mempertahankan gengamannya atas air Sungai Nil dengan menggunakan kesepakatan yang dibuat pada pasa penjajahan Inggris di kawasan itu.
Beberapa pembicaraan yang digelar di Mesir dan Sudan sebelumnya gagal mengakhiri pertikaian di antara mereka.
Mesir, yang bergantung pada Nil sebagai sumber 90% air yang dibutuhkannya, khawatir bendungan raksasa yang akan dibangun Ethiopia akan mengurangi debit dan arus air sungai yang bermuara di Laut Mediterania di utara Mesir tersebut. Terlebih saat ini air Sungai Nil menyusut dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Mesir mengusulkan agar ditetapkan durasi pengisian dan pelepasan air bendungan, tetapi Ethiopia menolaknya.
Apabila rampung, bendungan bernilai $4 miliar itu akan menjadi yang terbesar di Benua Afrika. Ethiopia berambisi menjadi pengekspor listrik terbesar di benua hitam itu.*