Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dianggap Teroris dan Dideportasi Turki, Terduga Anggota Salafi Diringkus Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2019 18:47 6:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2019 18:47
Bagikan
Istri dan anak anggota ISIS ditahan di Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Jerman menangkap seorang Muslim yang diusir bersama keluarganya dari Turki. Ankara belakangan ini giat memulangkan orang-orang asing yang dituduh berkaitan dengan kelompok ISIS ke negara asalnya.

Seorang pria, yang bersama keluarganya beranggotakan tujuh orang hari Kamis (14/11/2019) dideportasi dari Turki, ditangkap setibanya di Jerman, kata jubir dari Kementerian Dalam Negeri pemerintahan wilayah Berlin Martin Pallgen seperti dilansir DW.

Surat perintah penangkapan yang dikeluarkan atas nama pria itu diketahui tidak berkaitan dengan terorisme.

Pria tersebut, yang dianggap sebagai anggota gerakan Salafi, saat ini mendekam di dalam sebuah penjara di Berlin sambil menunggu dipindahkan ke negara bagian Niedersachsen.

Pallgen mengatakan anggota keluarga pria itu –terdiri dari istri, dua putra, dua putri dan seorang cucu– sudah meninggalkan Berlin, di mana mereka tiba pada Kamis malam dari Turki. Pihak berwenang Turki menyebut mereka sebagai “teroris asing”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak pekan kemarin pemerintah Ankara mulai memulangkan “jihadis-jihadis” asing ke negara asalnya, dengan mengatakan Turki “bukanlah hotel” bagi pelaga-pelaga asing dan para tersangka anggota kelompok teror ISIS alias Daesh alias IS.

Pihak berwenang Turki menuding keluarga pria tersebut berkaitan dengan IS dan berencana pergi ke Suriah setelah tiba di Turki awal tahun ini, sebelum akhirnya ditangkap dan ditempatkan di dalam tahanan menunggu deportasi.

Akan tetapi seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki infomasi bahwa keluarga tersebut memiliki keterkaitan dengan ISIS.

Pekan lalu, total ada 9 orang yang dipulangkan ke Jerman, termasuk dua wanita Jerman yang dikawal anggota kepolisian ke bandara di Frankfurt hari Jumat (15/11/2019).

Salah satu wanita itu, yang diidentifikasi hanya dengan sebutan Nasim A, ditangkap setibanya di Jerman. Dia dituduh menjadi “anggota sebuah organisasi teroris di negeri asing.” Sebuah keputusan hakim menyatakan bahwa wanita itu harus ditahan secara resmi hari Sabtu (16/11/2019).

Kejaksaan federal mengatakan wanita tersangka itu pergi meninggalkan Jerman menuju Suriah pada tahun 2014, menikah dengan seorang militan dan pindah bersama pria itu ke Iraq, kemudian ke Suriah. Dia mendapatkan bayaran untuk tugas merawat sebuah rumah yang diduduki ISIS dan membawa sebuah senjata.

Keberadaan sebagian besar tersangka anggota ISIS tidak jelas setelah pasukan Turki melancarkan serangan di wilayah Suriah bagian utara yang dikuasai pasukan Kurdi. Akibat serangan Turki itu, pasukan Kurdi tidak lagi menjaga ketat penjara-penjara berisi tahanan tersangka ISIS, sebab mereka harus mempertahankan wilayahnya dari agresi Turki.

Kanselir Jerman Angela Merkel hari Jumat (15/11/2019) mengatakan bahwa setiap tersangka ISIS yang dideportasi oleh Turki harus menjalani pemeriksaan di pusat-pusat kontraterorisme yang dikelola pemerintah federal dan masing-masing negara bagian.

Apabila di antara tersangka ada yang dianggap berbahaya bagi keamanan, maka mereka harus melewati prosedur hukum yang biasanya berlaku di Jerman, imbuh Merkel.

Sembilan puluh lima orang warga Jerman tersangka pendukung ISIS saat ini diyakini sedang ditahan di Turki, Suriah atau Iraq. Jerman sudah memulai investigasi terhadap 33 orang dari mereka dan surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan untuk 26 kasus, menurut laporan kantor berita Jerman DPA.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISJermanSalafiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus KDRT yang Dilaporkan Wanita Prancis 80% Tidak Ditindaklanjuti
Tulisan selanjutnya Annisa dan Syabab Kutim Kuatkan Pemuda Muslim Jaga NKRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?