Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rezim China Memenjarakan Pendeta 9 Tahun atas Tuduhan Subversif

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Desember 2019 22:43 10:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Desember 2019 19:57
Bagikan
Pastor Wang Yi, pendiri Early Rain Covenant Church
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara kepada pendeta Pastor Wang Yi, pendiri Early Rain Covenant Church, karena “berniat menumbangkan kekuasaan negara”.

Wang Yi dinilai sebagai target tindakan keras pemerintah Komunis China ini dinyatakan bersalah atas tuduhan “operasi bisnis ilegal” oleh pengadilan di Chengdu, China barat daya, menurut South China Mourning Post.

Wang adalah satu di antara lusinan pengunjung gereja dan pemimpin Gereja Early Rain Covenant Church yang ditahan oleh polisi pada Desember 2018, yang sebagian besar kemudian dibebaskan.

Gereja ini adalah salah satu gereja “rumah” Protestan China yang tidak terdaftar.

Hukum Tiongkok mensyaratkan bahwa tempat ibadat terdaftar dan tunduk pada pengawasan pemerintah, tetapi beberapa menolak untuk mendaftar, karena berbagai alasan, dan disebut gereja “rumah”, kutip Chanel News Asia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Konstitusi Tiongkok menjamin kebebasan beragama, tetapi sejak Presiden Xi Jinping berkuasa enam tahun lalu, pemerintah telah memperketat pembatasan agama yang dipandang sebagai tantangan terhadap otoritas Partai Komunis yang berkuasa.

Pemerintah Komunis China secara resmi mewaspadai gerakan terorganisir di luar kendalinya sendiri, termasuk gerakan keagamaan.

Protestan di negara itu terbagi antara gereja “rumah” atau “bawah tanah” tidak resmi seperti Early Rain Covenant Church, dan gereja-gereja yang disetujui negara di mana lagu-lagu Partai Komunis juga harus tampil dalam sesi layanan, kutip AFP.

Umat Katolik juga terbagi antara gereja-gereja tidak resmi yang dipimpin oleh para uskup yang diakui oleh Vatikan dan mereka yang mengikuti para uskup resmi.

Wang dinyatakan bersalah dalam pengadilan terbuka oleh pengadilan di Chengdu, tempat Early Rain Covenant Church, kata situs web pengadilan resmi kota itu.

Tuduhan menghasut subversi sering digunakan terhadap kelompok oposisi sebagai cara untuk membungkam kritik terhadap pemerintah dan Partai Komunis.

Sesaat sebelum ditahan, Wang menulis sebuah posting di halaman Facebook gerejanya yang mengkritik pemerintah Tiongkok karena menekan orang-orang Kristen, dengan mengatakan “Partai dapat berkembang untuk sementara waktu, tetapi itu tidak dapat bertahan selamanya.”

“Partai bisa membunuh tubuhku, tetapi tidak bisa membunuh jiwaku,” tulis Wang.

Ativis Uighur dan peneliti China di Amnesty International berbasis di Hong Kong, Patrick Poon, mengatakan hukuman Wang akan “memiliki efek mengerikan pada gereja rumah lainnya di China.”

“Pesannya sangat jelas – Anda akan menjadi Wang Yi berikutnya jika Anda tidak mendaftar dan mengikuti garis Partai Komunis terkait agama,” kata Poon kepada AFP.

Gereja Wang adalah di antara sejumlah gereja “bawah tanah” terkemuka yang ditutup oleh pemerintah pada tahun 2018 sebagai bagian dari tindakan keras terhadap agama, terutama pada pengikut Islam dan Kristen.

Gereja Zion yang bermarkas di Beijing, salah satu gereja Protestan “bawah tanah” terbesar di China, dilarang oleh pemerintah kota pada September 2018 karena beroperasi tanpa izin setelah puluhan pejabat menyerbu bangunannya.

Awal tahun itu, versi Alkitab tidak resmi ditarik dari pengecer online China.

Pada November, anggota komite tetap politbiro, Wang Yang mengatakan di sebuah forum bahwa Beijing harus mengubah kitab suci agama untuk memperbaiki “konten yang tidak sejalan dengan perkembangan zaman.”

Menafsirkan kembali doktrin agama akan menunjukkan “tanggung jawab lingkaran agama untuk kepercayaan mereka sendiri” dan sejalan dengan “Sinicisation (Chinaisasi) dan modernisasi agama,” kata Wang.

Dia mengatakan Beijing harus “secara efektif menahan erosi oleh pemikiran dan aliran sesat” dengan membuat evaluasi ulang sendiri terhadap teks-teks agama.

China menghadapi kecaman internasional karena memenjarakan lebih dari satu juta warga Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp interniran di wilayah barat laut Xinjiang.

Menurut pernyataan yang diposting di situs pengadilan Chengdu di provinsi barat Sichuan, Wang juga telah dirampas hak politiknya selama tiga tahun dan 50.000 yuan (US $ 7.160) dari harta pribadinya disita sebagai bagian dari hukumannya.

China juga menghukum pembangkang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo pada 2009 dengan 11 tahun penjara dengan tuduhan ‘menghasut subversi kekuasaan negara’. Liu meninggal di penjara pada tahun 2017 setelah ditolak izinnya untuk meninggalkan Tiongkok untuk perawatan kanker hati stadium akhir.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaEarly Rain Covenant Churchpartai komunis chinaPastor Wang YiTiongkokuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tas Hilang Berisi Hadiah dan Uang €16,000 Kembali dengan Selamat ke Pemiliknya
Tulisan selanjutnya Badak Tertua di Dunia Mati di Tanzania dalam Usia 57 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?