Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Kesepakatan Abad Ini’ adalah Penjajahan dengan Merek Baru, Mahathir Desak Donald Trump Undur Diri Saja

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Februari 2020 12:11 12:11 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Februari 2020 12:11
Bagikan
Dr Anwar Ibrahim dan Dr Mahathir Mohamad 
Bagikan

Hidayatullah.com- Pada jamuan perpisahan Konferensi Liga Parlemen Al-Quds hari Ahad malam, Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) Dr Anwar Ibrahim mengatakan Palestina butuh tindakan nyata bukan retorika. Sebab agenda retoris tidak dapat diterima, karena tidak akan memperbaiki keadaaan di Palestina saat ini.

“Kita harus menggunakan Liga Parlemen Al-Quds untuk terus melibatkan pemerintahan negara Muslim yang tidak terwakili (di Liga) untuk mengusulkan posisi mereka sebenarnya, sebab kecenderungan retoris yang tidak dapat diterima dan komitmen serta tindakan yang jelas (untuk diambil),” katanya dikutip Bernama, Malaysia, hari Ahad (09/02/2010).

Keadilan bagi sesama Muslim perlu ditafsirkan dengan komitmen, dan bukan dengan retorika saja, katanya.

“Jika saya diberi kesempatan untuk mengatakan, saya ingin memohon kepada semua pemerintah Negara Islam, kami sebagai negara Muslim memiliki kekuatan dan orang-orang kami (Muslim) menghadapi ketidakadilan,” katanya dalam Konferensi Liga Parlemen Al-Quds (LP4Q) Ketiga di Malaysia.

Dia mengatakan lebih banyak pemimpin yang berbicara untuk menuntut keadilan bagi Palestina diperlukan untuk upaya tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anwar menggambarkan rencana Kesepakatan Damai Abad Ini yang digagas Presiden AS Donald Trump dan Israel adalah buah pikiran Trump itu sendiri, tidak mewakili sebagian besar orang AS.

“Apa yang disebut rencana perdamaian bukan dari Amerika Serikat sendiri, tetapi itu adalah pikiran Trump sendiri.
Karena itu, ia mengatakan komunitas Malaysia dari berbagai latar belakang agama mendukung perjuangan Palestina untuk menuntut hak-hak mereka yang telah dirampok Israel selama hampir 70 tahun.

“Semua lapisan masyarakat mendukung perjuangan Palestina untuk hak dan kedaulatan mereka,” kata Anwar.

Sementara itu, PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad dalam pertemuan itu melakukan kritik pedas terhadap Deal of The Century (Kesepakatan Abad Ini) yang dibuat AS dan Israel. Gagasan itu disebutnya hanya terus melanjutkan kebijakan apartheid dan pejajahan di Palestina.

“Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk menjadi lebih kuat ketika negara-negara besar yang menyatakan diri mereka sebagai pembela keadilan dan kebebasan memilih untuk tetap diam saat kekejaman terjadi.

“Dengan kata lain, jika kita memilih untuk tetap diam, pembunuhan Israel ada di tangan kita,” kata pemimpin Malaysia itu.

Mahathir mengatakan negaranya akan selalu mendukung Palestina dan kebijakan luar negeri terhadap negara itu, tidak berubah sejak kemerdekaan Malaysia.

“Sementara Malaysia ingin bersahabat dengan semua negara dan menghormati kedaulatan mereka terlepas dari kepercayaan ideologis, kita harus terus menyuarakan dan memerangi ketidakadilan dan membela hak-hak kaum tertindas,” katanya.

Sebelumnya, hari Sabtu, Mahathir Mohamad sempat menyarankan agar Donald Trump mengundurkan diri setelah proposal ‘perdamaian’ yang disebutnya ‘Deal of The Century’ ditolak oleh Palestina dan sekutunya.

“Saya berharap rakyat Amerika akan membuat keputusan yang lebih baik,” dalam pidato utama di Konferensi Liga Parlemen untuk Al-Quds (LP4Q) di Selangor, Malaysia hari Sabtu (08/02/2020).

Merek Sama

Sementara itu, Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail yang juga Ketua Komite Eksekutif Liga Parlemen al-Quds ketiga, mengatakan rencana perdamaian di Asia Barat yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’ hanyalah penindasan Israel terhadap Palestina dengan merek ulang dengan efek yang sama, dan tetap menyebabkan penderitaan bagi rakyat Palestina.

Karena itu ia mengatakan perjuangan untuk kemerdekaan Palestina harus terus berlanjut dan tidak boleh ‘terhalang’ dengan adanya rencana perdamaian Amerika Serikat (AS).

Dia mengatakan Malaysia juga senang dengan keputusan Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menolak perjanjian itu, menunjukkan kepada masyarakat global untuk melihat dan mendengar kesengsaraan Palestina.

“Tidak ada kesepakatan ketika kesepakatan itu buruk. Malaysia bersikukuh dengan Liga Arab, OKI, dan PBB yang telah mengambil langkah tegas dalam menolak rencana tersebut.

“Penindasan dengan nama lain, termasuk ‘Kesepakatan Abad Ini’ tidak kalah menyakitkan bagi yang tertindas,” katanya pada Konferensi Liga Parlemen al-Quds ketiga.

Saifuddin, mengatakan perjanjian tidak akan mungkin jika hanya di satu sisi dan di bawah paksaan yang menyebabkan ketakutan terus-menerus terhadap yang tertindas.

“Sepertinya seorang pencuri melarikan barang-barang korban, tetapi mengembalikan sisanya dan mengklaim mereka diberi kompensasi,” katanya.

Dia mengatakan bantuan internasional ke Palestina harus diizinkan dan tekanan pada organisasi bantuan seperti PBB harus dihentikan untuk memungkinkan warga Palestina menerima layanan kesehatan dan pendidikan.

“Kita harus menjaga kesejahteraan rakyat Palestina karena kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari mereka. Fasilitas dasar perlu dibangun kembali.”

Konferensi dua hari yang berakhir hari Ahad diselenggarakan oleh LP4Q di bawah naungan Parlemen Malaysia dengan dukungan dari beberapa organisasi termasuk Angkatan Pemuda Islam Malaysia (ABIM) dan Organisasi Kebudayaan Palestina Malaysia (PCOM).

Sebanyak 700 anggota Parlemen Dunia direncanakan hadir di Liga Liga Parlemen untuk Konferensi Al-Quds (LPAQ) di Kuala Lumpur kemarin. Turut hadir adalah Wakil Perdana Menteri Dr Wan Azizah Wan Ismail, Presiden LPAQ Syeikh Hamid Abdullah Al-Ahmar, dan Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Datuk Seri Saifuddin Nasution.

Malaysia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah konferensi untuk pertama kalinya, setelah dua konferensi sebelumnya diadakan di Istanbul, Turki pada 2016 dan 2018.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar IbrahimASDonald TrumpKesepakatan Abad IniLP4QMahathir MohamadMalaysiapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perlakuan Buruk China Mungkinkan Xinjiang Risiko Tinggi Pandemi Virus Corona
Tulisan selanjutnya Masih Seputar RUU P-KS dan ‘Ancaman Keluarga’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?