Hidayatullah.com – Populasi ‘Israel’ saat ini telah mencapai 9,2 juta, termasuk lebih dari seperempatnya adalah etnis Arab dan non-Yahudi, menurut statistik resmi baru. Jumlah ini dirilis menjelang peringatan pembentukan ‘Negara palsu ‘Israel’’ yang ke 72
Populasi ‘Israel’ terdiri dari 6,8 juta orang Yahudi (74%), 1,93 juta orang Arab (21%), dan 454.000 orang Kristen non-Arab atau penganut agama lain (5%), kutip Biro Statistik Pusat ‘Israel’ (CBS) hari Ahad (26/4/2020).
Angka-angka tersebut dirilis oleh biro menjelang peringatan ke-72 ‘Israel’, yang menunjukkan kenaikan populasi sejak 1948 dan memberikan beberapa proyeksi untuk populasi ‘Israel’ di masa depan.
Angka-angka menunjukkan bahwa 3,3 juta orang Yahudi telah berimigrasi ke ‘Israel’ secara total sejak berdirinya negara Zionis itu, 44% di antaranya datang setelah tahun 1990, banyak atau kebanyakan dari mereka adalah imigran dari bekas Uni Soviet.
Angka ini memproyeksikan bahwa populasi ‘Israel’ akan mencapai 11,1 juta pada 2030, 13,2 juta pada 2040 dan 15,2 juta pada 2048, pada peringatan 100 tahun.
Saat ini, 45% populasi global Yahudi tinggal di ‘Israel’.
Ketidakadilan dan demografi
Sebelum berdirinya negara Zionis Yahudi, bagian populasi antara Arab dan Yahudi sangatlah berbeda.
Pada tahun 1914, di Palestina bersejarah, populasi Yahudi hanya 8%, dengan 92% Arab. Pada 1931. Perjanjian Balfour menghasilkan peningkatan populasi Yahudi menjadi 16,8% dari populasi satu juta, tetapi masih dengan 83% Arab.
Angka-angka Yahudi terus meningkat menjelang pembentukan ‘negara palsu Israel’ untuk mencapai 31,5% dari populasi (650.000), sementara orang-orang Arab mewakili 1,4 juta populasi atau 68%.
Menyusul pembentukan ‘Israel’, populasi Yahudi terus meningkat, sementara persentase orang Arab menurun karena perang. Hal in terjadi karena banyak orang Arab diusir atau secara tidak adil dipaksa meninggalkan rumah mereka.
Menyusul perang pada tahun 1967 dan penjajahannya atas Yerusalem, ‘Israel’ mencari dan terus meningkatkan populasi Yahudi terutama di Yerusalem Timur yang diduduki dengan mengorbankan populasi Arab. Merke dikenai pajak tinggi dan dilarang membangun rumah serta banyak pembatasan lainnya dan ketidakadilan.*