Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sepuluh Juta Liter Bir Prancis Dibuang karena Lockdown Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Mei 2020 11:47 11:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Mei 2020 11:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Asosiasi pembuat bir di Prancis mengatakan 10 juta literbir harus dimusnahkan disebabkan penutupan restoran dan bar selama lockdown coronavirus.

“Penutupan tiba-tiba restoran, kafe, bar, pariwisata dan pembatalan berbagai festival dan pameran perdagangan artinya sedikitnya 10 juta liter bir, kebanyakan masih tersimpan di dalam barel (tong), terpaksa dibuang,” kata organisasi Brasseurs de France dalam pernyataan yang dirilis hari Selasa (5/5/2020) seperti dilansir RFI.

“Pada akhir musim dingin, pambuat minuman beralkohol menyetok bir untuk musim yang akan datang, yang mana sampai sekarang belum mereka bisa jual,” kata asosiasi itu merujuk kebijakan lockdown yang diberlakukan di Prancis secara ketat sejak 17 Maret.

Alasan jutaan liter bir itu perlu dimusnahkan adalah bir tesebut dalam kondisi belum dipasteurisasi (suci hama), sehingga menjadikannya cepat rusak, berbeda dengan jenis bir klasik.

“Jenis bir ini banyak mengandung hop, dan apabila disimpan terlalu lama, lebih dari dua atau tiga bulan, rasa dan aromanya akan hilang,” kata asosiasi itu. Hop merupakan bunga tanaman yang biasa dipakai dalam proses pembuatan bir untuk memberikan sensasi rasa pahit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Asosiasi itu menambahkan bahwa pemusnahan jutaan liter bir itu jelas akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi pengusaha. Oleh karena itu mereka mengimbau agar pemerintah turun tangan memberikan bantuan finansial. Asosiasi meminta pemerintah memberikan pembebasan sejumlah pajak yang berkaitan dengan operasional bisnis dan biaya produksi di tahun 2020.

Meskipun 10 juta liter tampaknya seperti setetes dibandingkan 22,5 juta hektoliter bir yang diperkirakan diproduksi pada tahun ini, jumlah itu menimbulkan kerugian beberapa juta euro bagi industri itu.

Menurut survei terhadap 300 anggota asosiasi itu pada bulan April, sekitar 25 persen mengatakan usaha pembuatan bir mereka terpaksa tutup dan aktivitas mereka terhenti akibat adanya lockdown. Sebanyak 70% mengaku mereka kehilangan setengah atau lebih penjualan mereka sejak 15 Maret.

Asosiasi juga meminta bantuan pemerintah berupa logistik untuk memusnahkan stok bir yang mereka miliki, seperti yang juga diminta oleh asosiasi pembuat minuman anggur.

“Tanpa bantuan pemerintah, ratusan pembuat bir berisiko tutup selamanya, berikut jutaan pekerjaan, langsung maupun tidak langsung, sebuah kerugian yang sangat besar bagi kekayaan tradisi di Prancis,” kata Mattias Fekl, presiden Brasseurs de France kepada BFMTV hari Selasa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:birlockdownPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video Facebook Ungkap Perselisihan Internal dalam Keluarga Penguasa Suriah
Tulisan selanjutnya Palestina Terima Bantuan Medis Turki untuk Memerangi Virus Corona

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?