Hidayatullah.com–Sepupu dari Presiden Bashar Assad yang telah menjadi pendukung rezim memposting sebuah video di Facebook pada Kamis (malam memohon agar pemimpin Suriah untuk mencegah runtuhnya perusahaan telekomunikasi besar miliknya karena pajak yang berlebih dan “tidak adil.” Video membongkar keretakan besar yang sebelumnya telah dikabarkan dalam keluarga Assad, yang telah menguasai Suriah hampir selama 50 tahun.
Perselisihan dan intrik bukanlah hal baru bagi keluarga tersebut. Termasuk perseturuan dan pembelotan dalam lingkaran dalamnya, terutama dalam sembilan tahun perang di negara itu.
Tetapi diungkapkannya keluhan di depan publik terkait hal tersebut sangat jarang terjadi. Ini mungkin merupakan cerminan dari banyaknya pemain yang berlomba-lomba mencari pengaruh di negara yang terbelah.
Sang sepupu, Rami Makhlouf, pernah disebut-sebut sebagai pusat ekonomi Suriah dan mitra bagi presiden. Videonya, yang diposting di laman Facebook baru, tampaknya menjadi buku harian publik tentang keretakan yang melebar – dan jatuhnya status seorang taipan yang dulunya kuat.
Laporan-laporan media oleh situs pro dan anti-pemerintah melaporkan kampanye sedang dijalankan terhadap Makhlouf, mungkin atas perintah Rusia, pelindung kuat Bashar al Assad yang berusaha mengacaukan pebisnis berpengaruh. Laporan media Rusia dalam beberapa pekan terakhir menerbitkan kritik terhadap korupsi di Suriah. Pihak lain melihat keretakan itu melalui kacamata keluarga Assad.
“Perselisihan itu antara Makhlouf dan istri Bashar, Asma Assad, tentang siapa yang mengendalikan ekonomi,” kata seorang mantan diplomat Suriah, Bassam Barabandi, yang membelot pada 2012 dikutip Aljazeera.
Mohammad Makhlouf the son of Rami Makhlouf (Cousin of Assad) showing his cars and plane in Dubai while the pro Assad regime guys are dying in the army and suffering in Syria
Rami Makhlouf control all the Syrian economy and own Syriatel and part of MTN (the Syrian Mobile networks) pic.twitter.com/LBg3ivFAXS
— Asaad Sam Hanna (@AsaadHannaa) July 20, 2019
Barabandi mengatakan saham dan badan amal Makhlouf telah memainkan peran penting selama perang dalam mendanai dan memastikan perlindungan, khususnya diantara minoritas Alawi Suriah –keluarga Assad berasal. Istri Assad memiliki badan amalnya sendiri dan telah membangun peran publik besar untuk dirinya.
Mereka yang meneliti jaringan bisnis kompleks Suriah mengatakan persaiangan itu dengan adik laki-laki Assad, Maher, seorang jenderal militer yang juga memiliki koneksi keuangan yang luas dan hubungan dengan Iran.
Makhlouf, yang empat tahun lebih muda dari Assad yang berumur 54 tahun, telah menyatakan dia meninggalkan bisnis dan berfokus pada kegiatan amal di tahun 2011, tahun awal konflik Suriah. Tetapi dia tetap berhubungan dengan pemerintah. Bagi pihak oposisi, ia menjadi wajah garis keras pemerintah dan keputusan untuk menindak tegas perbedaan pendapat.
Uni Eropa dan Amerika Serikat telah memberi sanksi Makhlouf karena perannya dalam mendukung rezim jahat ini. Dalam video berdurasi 15 menit, Makhlouf menyangkal tuduhan bahwa dia menghindari pajak salah satu perusahaan terbesarnya, Syriatel, yang merupakan perusahan telekomunikasi terbesar di negara itu. Syriatel memiliki 11 juta pelanggan, dengan 50% pendapatan untuk negara.
“Demi Tuhan kami tidak menghindari pajak atau menipu negara dan pemerintah,” kata Makhlouf. “Bagaimana seseorang bisa mencuri dari keluarganya sendiri?”
Dia tergagap-gagap dia memohon dan mengulangi perkataannya. Dan dalam indikasi bahwa Makhlouf tidak memiliki akses ke Assad, dia mengatakan: “Bapak Presiden, Saya mohon kepada Anda, ini adalah kebenarannya.”
“Di sini Saya ingin berbicara kepada presiden, untuk menjelaskan kepadanya keadaan yang sedang terjadi, untuk menjelaskan kepadanya beberapa penderitaan yang kami sedang alami,” kata Makhlouf, pernyataan yang tidak peka sementara hampir 80% penduduk Suriah adalah orang miskin.
Seorang diplomat yang mengamati perkembangan Suriah, dan berbicara dalam kondisi anonim, mengatakan video tersebut mencerminkan pertikaian keluarga yang semakin dalam di mana Makhlouf diusir setelah “dia terlalu berlebihan.”
Laporan tentang perselisihan ini pertama kali muncul pada tahun lalu dengan pemerintah mengambil langkah-langkah terhadap Makhlouf dan bisnisnya. Laporan awal mengatakan dia berada di bawah tahanan rumah, dan kemudian serangkaian berita muncul tentang denda terhadap bisnisnya dan penyitaan asetnya.
Bulan lalu, pengiriman produk susu dari salah satu bisnis Makhlouf disita di Mesir, dilaporkan dengan obat-obatan yang disembunyikan di dalam kargo. Di halaman Facebook-nya, Makhlouf menyebut insiden itu diatur untuk “memfitnah” dirinya.
Kemudian, pada akhir April, Makhlouf diperintahkan untuk membayar uang senilai 180 juta dolar AS yang seharusnya diberikan kepada pemerintah oleh perusahan telekomunikasinya, menurut laporan The Syria Report, yang mengikuti ekonomi Suriah. Klaim itu tampaknya menjadi pemicu untuk video Makhlouf.
Menanggapi video Makhlouf, otoritas yang mengklaim mengatakan uang itu untuk biaya operasional yang sudah lewat sejak 2015 dan mendesaknya untuk mencapai kesepakatan restrukturisasi. Penghindaran pajak, kata pernyataan itu, ditangani oleh badan lain — menunjukkan masih banyak yang akan datang.
Di akhir video, Makhlouf mengatakan dia akan membayar apa yang diminta tetapi meminta Assad untuk mengawasi bagaimana dana itu digunakan. Barabandi mengatakan Makhlouf tampaknya berusaha mengingatkan Assad bahwa ia masih memiliki pengaruh.
“Dengan kata lain, jika Anda kehilangan saya, Anda kehilangan komunitas Alawi,” kata mantan diplomat itu. “Ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, bagi seseorang (dari keluarga) berbicara dengan cara ini di depan umum,” tambahnya. *