Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Video Facebook Ungkap Perselisihan Internal dalam Keluarga Penguasa Suriah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 7 Mei 2020 21:29 9:29 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 7 Mei 2020 11:21
Bagikan
Rami Makhlouf - Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com–Sepupu dari Presiden Bashar Assad yang telah menjadi pendukung rezim memposting sebuah video di Facebook pada Kamis (malam memohon agar pemimpin Suriah untuk mencegah runtuhnya perusahaan telekomunikasi besar miliknya karena pajak yang berlebih dan “tidak adil.”  Video membongkar keretakan besar yang sebelumnya telah dikabarkan dalam keluarga Assad, yang telah menguasai Suriah hampir selama 50 tahun.

Perselisihan dan intrik bukanlah hal baru bagi keluarga tersebut. Termasuk perseturuan dan pembelotan dalam lingkaran dalamnya, terutama dalam sembilan tahun perang di negara itu.

Tetapi diungkapkannya keluhan di depan publik terkait hal tersebut sangat jarang terjadi. Ini mungkin merupakan cerminan dari banyaknya pemain yang berlomba-lomba mencari pengaruh di negara yang terbelah.

Sang sepupu, Rami Makhlouf, pernah disebut-sebut sebagai pusat ekonomi Suriah dan mitra bagi presiden. Videonya, yang diposting di laman Facebook baru, tampaknya menjadi buku harian publik tentang keretakan yang melebar – dan jatuhnya status seorang taipan yang dulunya kuat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan-laporan media oleh situs pro dan anti-pemerintah melaporkan kampanye sedang dijalankan terhadap Makhlouf, mungkin atas perintah Rusia, pelindung kuat Bashar al Assad yang berusaha mengacaukan pebisnis berpengaruh. Laporan media Rusia dalam beberapa pekan terakhir menerbitkan kritik terhadap korupsi di Suriah.  Pihak lain melihat keretakan itu melalui kacamata keluarga Assad.

“Perselisihan itu antara Makhlouf dan istri Bashar, Asma Assad, tentang siapa yang mengendalikan ekonomi,” kata seorang mantan diplomat Suriah, Bassam Barabandi, yang membelot pada 2012 dikutip Aljazeera.

Mohammad Makhlouf the son of Rami Makhlouf (Cousin of Assad) showing his cars and plane in Dubai while the pro Assad regime guys are dying in the army and suffering in Syria
Rami Makhlouf control all the Syrian economy and own Syriatel and part of MTN (the Syrian Mobile networks) pic.twitter.com/LBg3ivFAXS

— Asaad Sam Hanna (@AsaadHannaa) July 20, 2019

Barabandi mengatakan saham dan badan amal Makhlouf telah memainkan peran penting selama perang dalam mendanai dan memastikan perlindungan, khususnya diantara minoritas Alawi Suriah –keluarga Assad berasal.  Istri Assad memiliki badan amalnya sendiri dan telah membangun peran publik besar untuk dirinya.

Mereka yang meneliti jaringan bisnis kompleks Suriah mengatakan persaiangan itu dengan adik laki-laki Assad, Maher, seorang jenderal militer yang juga memiliki koneksi keuangan yang luas dan hubungan dengan Iran.

Makhlouf, yang empat tahun lebih muda dari Assad yang berumur 54 tahun, telah menyatakan dia meninggalkan bisnis dan berfokus pada kegiatan amal di tahun 2011, tahun awal konflik Suriah. Tetapi dia tetap berhubungan dengan pemerintah. Bagi pihak oposisi, ia menjadi wajah garis keras pemerintah dan keputusan untuk menindak tegas perbedaan pendapat.

Uni Eropa dan Amerika Serikat telah memberi sanksi Makhlouf karena perannya dalam mendukung rezim jahat ini. Dalam video berdurasi 15 menit, Makhlouf menyangkal tuduhan bahwa dia menghindari pajak salah satu perusahaan terbesarnya, Syriatel, yang merupakan perusahan telekomunikasi terbesar di negara itu. Syriatel memiliki 11 juta pelanggan, dengan 50% pendapatan untuk negara.

“Demi Tuhan kami tidak menghindari pajak atau menipu negara dan pemerintah,” kata Makhlouf. “Bagaimana seseorang bisa mencuri dari keluarganya sendiri?”

Dia tergagap-gagap dia memohon dan mengulangi perkataannya. Dan dalam indikasi bahwa Makhlouf tidak memiliki akses ke Assad, dia mengatakan: “Bapak Presiden, Saya mohon kepada Anda, ini adalah kebenarannya.”

“Di sini Saya ingin berbicara kepada presiden, untuk menjelaskan kepadanya keadaan yang sedang terjadi, untuk menjelaskan kepadanya beberapa penderitaan yang kami sedang alami,” kata Makhlouf, pernyataan yang tidak peka sementara hampir 80% penduduk Suriah adalah orang miskin.

Seorang diplomat yang mengamati perkembangan Suriah, dan berbicara dalam kondisi anonim, mengatakan video tersebut mencerminkan pertikaian keluarga yang semakin dalam di mana Makhlouf diusir setelah “dia terlalu berlebihan.”

Laporan tentang perselisihan ini pertama kali muncul pada tahun lalu dengan pemerintah mengambil langkah-langkah terhadap Makhlouf dan bisnisnya. Laporan awal mengatakan dia berada di bawah tahanan rumah, dan kemudian serangkaian berita muncul tentang denda terhadap bisnisnya dan penyitaan asetnya.

Bulan lalu, pengiriman produk susu dari salah satu bisnis Makhlouf disita di Mesir, dilaporkan dengan obat-obatan yang disembunyikan di dalam kargo. Di halaman Facebook-nya, Makhlouf menyebut insiden itu diatur untuk “memfitnah” dirinya.

Kemudian, pada akhir April, Makhlouf diperintahkan untuk membayar uang senilai  180 juta dolar AS yang seharusnya diberikan kepada pemerintah oleh perusahan telekomunikasinya, menurut laporan The Syria Report, yang mengikuti ekonomi Suriah. Klaim itu tampaknya menjadi pemicu untuk video Makhlouf.

Menanggapi video Makhlouf, otoritas yang mengklaim mengatakan uang itu untuk biaya operasional yang sudah lewat sejak 2015 dan mendesaknya untuk mencapai kesepakatan restrukturisasi. Penghindaran pajak, kata pernyataan itu, ditangani oleh badan lain — menunjukkan masih banyak yang akan datang.

Di akhir video, Makhlouf mengatakan dia akan membayar apa yang diminta tetapi meminta Assad untuk mengawasi bagaimana dana itu digunakan.  Barabandi mengatakan Makhlouf tampaknya berusaha mengingatkan Assad bahwa ia masih memiliki pengaruh.

“Dengan kata lain, jika Anda kehilangan saya, Anda kehilangan komunitas Alawi,” kata mantan diplomat itu. “Ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, bagi seseorang (dari keluarga) berbicara dengan cara ini di depan umum,” tambahnya. *

 

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadfacebookKeluarga BasharRami Makhloufvideo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Statistik: Empat Puluh Persen Orang Nigeria Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Tulisan selanjutnya Sepuluh Juta Liter Bir Prancis Dibuang karena Lockdown Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?