Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terdampak Wabah, Penerjemah Lepas Uni Eropa Minta Bantuan Finansial

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juni 2020 11:37 11:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juni 2020 11:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para penerjemah lepas yang bekerja untuk lembaga-lembaga Uni Eropa meminta agar majikannya memberikan dukungan finansial kepada kolega mereka yang kehilangan pekerjaan akibat dampak wabah coronavirus.

Hari Rabu (3/6/2020), mereka menggelar protes simbolis di depan gedung Komisi Eropa meminta agar Uni Eropa “mempraktikkan apa yang mereka sering serukan” yaitu solidaritas, lapor Euronews.

Sejak bulan Maret, sekitar 1.200 penerjemah lepas tidak mendapatkan tugas kerja dari hari ke hari.

“Kami ditelantarkan, dan ini sungguh ironis mengingat begitu banyak rapat yang kami ikuti dan berbicara kepada banyak orang dalam berbagai bahasa berbeda tentang solidaritas, dan sekarang kami tidak mendapatkan manfaat dari solidaritas ini,” kata salah seorang pengunjuk rasa kepada Euronews.

Pandemi coronavirus secara drastis mengurangi pertemuan tatap muka yang biasanya melibatkan penerjemahan berbagai bahasa secara simultan. Hal ini mengakibatkan banyak penurunan jumlah pekerjaan bagi para penerjemah, yang secara verbal mengalihbahasakan pidato dan pembicaraan bagi para politisi dan aparatur pemerintah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun mereka bekerja untuk institusi-institusi Uni Eropa, tetapi karena statusnya yang hanya penerjemah lepas maka mereka tidak termasuk dalam skema nasional untuk pengangguran di Belgia, negara di mana hampir semua kantor-kantor penting Uni Eropa berada.

Maria, salah satu orang yang hadir dalam aksi protes itu, sudah bekerja sebagai penerjemah lepas bagi institusi-institusi Uni Eropa sejak 2018.

“Untuk tiga bulan ke depan saya tidak memiliki pendapatan pasti. Kami semua menjadi stres karena kami tidak yakin dengan apa yang akan terjadi di masa depan,” ujarnya.

Bagian kepegawaian institusi Uni Eropa menawarkan bayaran rata sekitar 1.400 euro untuk sampai tiga hari bekerja antara bulan Maret dan Desember tahun ini.

International Association of Conference Interpreters (AIIC), yang mewakil penerjemah lepas yang terakreditasi untuk bekerja di lembaga Uni Eropa, mengatakan tawaran kompensasi UE itu tidak memadai.

AIIC mengatakan tidak ada negosiasi kolektif yang mereka terima, dan bahwa UE hanya berurusan dengan penerjemah lepas per individu (bukan kolektif).

Euronews meminta komentar dari Komisi UE tentang masalah tersebut, tetapi permintaan itu belum dibalas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19penerjemahUni Eropawabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uni Afrika Ingin 10 Juta Orang Dites Covid-19
Tulisan selanjutnya PBB, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Serukan “Vaksin Rakyat” Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Berita
15 September 2026 14:36
QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat

Terbaru

  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?