Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Catat Kasus Cacar Monyet Pertama Pada Anak, 99% Diidap Kaum Gay

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juli 2022 14:42 2:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juli 2022 14:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kasus cacar monyet pada anak telah diidentifikasi di Amerika Serikat untuk pertama kalinya.

Kasus tersebut dialami oleh seorang anak balita di California dan seorang bayi yang bukan pemukim AS, kata otoritas kesehatan.

Dua kasus itu tidak berhubungan dan sepertinya terjadi akibat penularan di dalam rumah antara anggota keluarga, kata Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam sebuah pernyataan hari Jumat (22/7/2/22) seperti dilansir Reuters.

CDC mengatakan anak-anak itu dalam kondisi baik dan sedang menjalani pengobatan.

Berbicara lewat conference call Dr Jennifer McQuiston, wakil direktur divisi patogen dan patologi konsekuensi tinggi CDC, mengatakan tidak mengherankan muncul kasus cacar monyet pada anak. Namun, “sampai saat ini tidak ada bukti bahwa kami melihat virus ini menyebar di luar” komunitas gay, biseksual, dan pria lain yang berhubungan seks dengan pria.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan 99% dari 2.891 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di AS melibatkan pria yang berhubungan seks dengan pria, tetapi ada beberapa wanita dan pria transgender yang terinfeksi.

Koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih Dr Ashish Jha, berbicara pada conference call yang sama, mengatakan pemerintah telah mengirimkan 300.000 dosis vaksin cacar monyet dan sedang berupaya untuk mempercepat pengiriman 786.000 dosis lagi dari Denmark.

Dia mengatakan sudah ada cukup vaksin yang tersedia untuk dosis pertama bagi lebih dari setengah populasi yang memenuhi syarat di New York City dan lebih dari 70% populasi yang memenuhi syarat di Washington.

Jha mengatakan AS masih mengevaluasi apakah wabah cacar monyet harus dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat.

Cacar monyet, yang menyebabkan gejala seperti flu dan lesi kulit, telah menyebar sebagian besar pada pria yang berhubungan seks dengan pria dalam wabah belakang ini, di luar negara-negara Afrika tengah dan barat di mana cacar monyet terjadi. Penyakit itu menyebar utamanya lewat kontak dekat.

Sejauh tahun ini, ada lebih dari 14.000 kasus cacar monyet di lebih dari 60 negara dan lima kematian di Afrika.

Tingkat kematian dalam wabah sebelumnya di Afrika dari jenis saat ini adalah sekitar 1%, tetapi sejauh ini wabah ini tampaknya kurang mematikan di negara-negara non-endemik. Namun, sejumlah pasien cacar monyet telah dilaporkan dirawat di rumah sakit karena sakit parah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatanakCacar monyetCDCgay
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memburu Geng Kriminal di Perkampungan Kumuh Polisi Brazil Tewaskan Belasan Orang
Tulisan selanjutnya Peradaban Islam Bisa Kita Bangun Sejak Sekarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?