Hidayatullah.com—Seorang pengusaha dan bekas agen intelijen Sudan Selatan mengatakan bahwa dirinya membentuk sebuah kelompok pemberontak yang bermaksud menggulingkan apa yang disebutnya pemerintahan korup negeri itu.
Kerbino Wol menamai kelompoknya Seventh of October Movement (Gerakan 7 Oktober), merujuk pada hari kerusuhan di sebuah rumah tahanan di mana dia dikurung tanpa melalui proses peradilan dua tahun silam, lapor BBC Senin (8/6/2020).
Wol mendapatkan pengampunan dari Presiden Salva Kiir pada bulan Januari 2020.
Meskipun pemerintah persatuan sudah dibentuk setelah negeri itu terperangkap perang sipil selama hampir enam tahun, tetapi Sudan Selatan masih rawan perpecahan. Pasalnya, rival-rival politik di negara pecahan Sudan yang kaya akan sumber minyak itu masih terus berseteru dan bentrokan antaretnis belum juga berakhir.*