Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Houthi Mengurung 20.000 Orang dan Merekrut 7.000 Anak-anak

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juni 2020 17:23 5:23 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juni 2020 17:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Milisi Houthi yang didukung Iran telah memenjarakan sekitar 20.000 orang yang diculik di 790 penjara di wilayah Yaman yang di bawah kendali mereka, demikian diungkapkan oleh para pemimpin organisasi hak asasi manusia sebagaimana dilansir oleh arabnews, Ahad (28/6/2020).

Para pemberontak pada hari Sabtu (27/06/2020) dituduh melakukan pelanggaran HAM terhadap lawan mereka sejak merebut kekuasaan di Yaman dengan kekerasan pada tahun 2014.

Pertemuan virtual Koalisi Yaman untuk Memantau Pelanggaran HAM, yang dikenal sebagai Koalisi Rasd, mendengar bahwa puluhan ribu orang yang menentang aturan Houthi ditahan di penjara-penjara rahasia maupun yang dikenal.

Koalisi juga melaporkan bahwa kelompok bersenjata itu telah merekrut 7.000 anak-anak dan bertanggung jawab untuk menanam ribuan ranjau darat yang telah menewaskan 6.000 orang.

Berbicara pada kesempatan tersebut, yang mempertemukan organisasi-organisasi hak asasi manusia dari dalam dan luar Yaman, Direktur Eksekutif koalisi Mutahar Al-Badhiji mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk menyoroti tindakan Houthi yang telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia pada saat kesehatan Yaman sedang rapuh. Dengan sistem tak memadai berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Houthi telah berulang kali mendapat kecaman keras dari kelompok-kelompok hak asasi lokal dan internasional karena secara sewenang-wenang menculik lawan-lawan mereka dan menekan protes di kota Sanaa dan provinsi-provinsi lain di Yaman utara.

Pengadilan yang dikuasai Houthi baru-baru ini menjatuhkan hukuman mati kepada empat wartawan Yaman, sebuah langkah yang memicu kecaman global. Gerakan ini juga berikrar akan mengeksekusi puluhan legislator, jurnalis, aktivis, dan perwira militer yang bertukar posisi dan mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Najeeb Al-Saadi, kepala unit eksekutif di Yaman untuk orang-orang terlantar di dalam negeri, mengatakan kepada para delegasi simposium bahwa konflik Yaman telah memaksa 3,66 juta orang meninggalkan rumah mereka dan berlindung di 521 kamp pengungsian di negara itu.

Jumlah pengungsi Yaman telah meningkat sejak awal tahun ini sebagai akibat dari pertempuran sengit antara Houthi dan pasukan pemerintah di provinsi Marib dan distrik Nehim, dekat Sanaa.

Sementara itu, jalan utama antara provinsi Yaman selatan Abyan dan Aden dibuka kembali pada hari Minggu ketika pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis berakhir, sehari setelah Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi memerintahkan pasukannya di Abyan untuk berhenti bertempur.

“Kami berkomitmen pada tatanan kepemimpinan kami. Kami berhenti berjuang dan membuka kembali jalan menuju Aden,” kata seorang perwira tentara, yang ingin tetap anonim, kepada Arab News.

Pada hari Sabtu, Hadi mengatakan kepada pasukannya untuk melakukan gencatan senjata di Abyan dan mendesak separatis untuk menghentikan permusuhan di provinsi selatan dan mematuhi ketentuan Perjanjian Riyadh.

Pada bulan April, separatis Dewan Transisi Selatan (STC) mengumumkan pemerintahan sendiri di Yaman selatan, mendorong pemerintah untuk melakukan serangan untuk mengusir pasukannya dari Aden.

Di tempat lain, pertempuran meletus pada Sabtu di Taiz ketika kelompok Houthi menembaki kota selatan yang berpenduduk padat itu sebelum melakukan serangan darat yang bertujuan untuk menguasai daerah-daerah baru di pinggiran barat kota.

Kementerian pertahanan Yaman mengatakan bahwa pasukan militer membalas serangan Houthi dan membunuh serta melukai banyak pemberontak selama pertempuran dua jam. Pertempuran sengit juga dilaporkan pada hari Minggu di provinsi tengah Al-Bayda di tengah laporan yang dikonfirmasi bahwa Houthi telah menguasai daerah-daerah di distrik Qania.

Komite Covid-19 darurat nasional di Aden melaporkan bahwa jumlah total infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di daerah yang dikontrol pemerintah sekarang berjumlah 1.103 kasus, dengan 296 kematian dan 417 pulih.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HouthipemberontakSaudiUEAyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Yaman Mendesak Separatis yang Didukung UEA untuk ‘Menghentikan Pertumpahan Darah’
Tulisan selanjutnya Coronavirus: Bebas Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Kesehatan Ghana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?