Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Yaman Mendesak Separatis yang Didukung UEA untuk ‘Menghentikan Pertumpahan Darah’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juni 2020 17:15 5:15 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juni 2020 17:15
Bagikan
Yaman (warna merah)
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Yaman meminta separatis selatan untuk “menghentikan pertumpahan darah” dan mematuhi perjanjian pembagian kekuasaan dalam komentar publik pertamanya sejak para separatis menyatakan otonomi pada April.

Konflik antara Dewan Transisi Selatan (STC) dan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional menegakkan front kedua di Yaman, telah terpecah oleh perang antara loyalis pemerintah dan pemberontak Houthi.

STC, yang menyatakan pemerintahan sendiri pada 26 April, telah membuat serangkaian keuntungan militer, yang terbaru bulan ini ketika merebut pulau Socotra yang strategis di Samudra Hindia.

“Saya menyerukan kepada apa yang disebut Dewan Transisi Selatan .. untuk kembali ke jalur Perjanjian Riyadh dan menghentikan pertumpahan darah,” kata Hadi, sebgaimana dikutip oleh Aljazeera, dalam pertemuan pada hari Sabtu dengan pejabat tinggi pemerintah, merujuk pada kesepakatan pembagian kekuasaan daerah selatan pada November lalu yang dengan menjadi buntu.

Kesepakatan Riyadh

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Implementasi kesepakatan Riyadh “telah lama goyah karena kegiatan eskalasi yang berkelanjutan, termasuk pengumuman pemerintahan sendiri dan pemberontakan yang terjadi di Socotra”, kata Hadi, yang telah tinggal di ibukota Saudi setelah pengambilalihan Sanaa dan sebagian besar Yaman. oleh Houthis pada tahun 2014.

“Penggunaan senjata dan pemaksaan demi keuntungan pribadi … tidak akan diterima,” tambahnya.

Perjanjian tersebut, yang ditandatangani pada Mei 2019, mencakup penyatuan semua formasi militer di bawah wewenang kementerian dalam negeri dan pertahanan, serta pembentukan pemerintah yang efisien yang dibuat setara antara utara dan selatan Yaman.

Terletak di lepas pantai selatan Aden, sebagai pusat pemerintahan sementara Yaman, Socotra dekat dengan jalur pelayaran strategis dan terkenal karena keanekaragaman hayatinya.

Ketegangan telah meningkat selama beberapa bulan terakhir sejak separatis menyatakan pemerintahan sendiri di Aden dan provinsi selatan lainnya.

‘Perang dalam Perang’

Hal ini mendorong pemerintah Yaman pada Mei untuk meluncurkan serangan militer di Abyan yang bertujuan mengusir separatis dari Aden.

Para separatis selatan dan pemerintah Yaman secara teknis bersekutu dalam perang melawan orang-orang Houthi, tetapi keretakan di antara mereka merupakan “perang dalam perang” yang menambah runyam kondisi negara termiskin di Semenanjung Arab ini.

Awal pekan ini, koalisi militer yang dipimpin Saudi yang mendukung pemerintah melawan Houthi mengatakan pihaknya telah mengerahkan pengamat untuk memantau gencatan senjata antara pasukan pro-pemerintah dan separatis selatan yang diumumkan dua hari sebelumnya.

Pasukan Saudi tiba pada hari Rabu di Shaqra dan Sheikh Salem, dua titik konflik di provinsi Abyan, Yaman selatan, untuk memantau gencatan senjata itu, kata sumber-sumber militer.

Runtuhnya gencatan senjata di selatan akan kembali mempersulit upaya pemerintah untuk mengusir Houthi, yang diyakini bersekutu dengan musuh regional Saudi, Iran.

Pihak separatis dan pemerintah akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut di Arab Saudi untuk membahas gencatan senjata, kata juru bicara koalisi Turki al-Maliki minggu ini.

Sejak pemberontakan Houthi disusul dengan koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan serangan militer pada 2015, puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh dan jutaan orang terlantar di Yaman, yang oleh PBB disebut sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HouthiSaudiUEAyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umar bin Abdul Aziz, Pemimpin yang Adil [1]
Tulisan selanjutnya Pemberontak Houthi Mengurung 20.000 Orang dan Merekrut 7.000 Anak-anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?