Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Akui Pembantaian Terhadap Warga Sipil di Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2008 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer AS terpaksa mengakui pembantaian terhadap warga tak berdosa di Afghanistan menyusul meningkatnya berbagai tekanan internasional. Kantor Berita Associatted Press dari Kabul melaporkan, militer AS menyatakan bahwa pihaknya mengutus seorang perwira militer untuk melakukan penyelidikan di Afghanistan.

Badan Intelijen Afghanistan dan PBB mempunyai bukti gambar tentara AS saat melakukan serangan udara ke desa Aziz Abad, Provinsi Herat, Afghanistan barat. Dalam gambar tersebut nampak sepuluh jenazah perempuan dan anak kecil.

Sebuah komisi pemerintah Afghanistan melaporkan, 90 warga sipil, termasuk 60 bocah dan 15 perempuan, dinyatakan tewas akibat serangan udara pada tanggal 22 Agustus. Sementara itu, AS mengklaim bahwa serangan udara ke kawasan Herat , barat Afghanistan, menewaskan tujuh warga sipil dan 35 milisi Taliban.

Dari sisi lain, seorang pejabat PBB yang namanya tidak mau disebut menyaksikan gambar-gambar tragedi Aziz Abad.

Dalam gambar tersebut nampak anak-anak yang kehilangan anggota tubuh. Seorang pejabat lainnya yang namanya enggan disebut mengatakan, gambar-gambar tersebut menunjukkan puluhan jenazah anak kecil yang saling berhimpitan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lembaga Pelindung Hak-Hak Asasi Manusia dalam laporannya hari ini mengumumkan, jumlah warga sipil yang tewas dalam serangan militer AS ke Afghanistan meningkat tiga kali lipat antara tahun 2006 hingga 2007.

Sebagaimana diketahui, 26 Agustus lalu, 90 warga Afghanistan tewas akibat serangan udara brutal pasukan koalisi pimpinan AS. Tapi Amerika hanya mengakui 25 orang. Seolah nyawa tak ada harganya

Sebuah tim dari Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan, telah menemukan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa 90 orang warga afghanistan tewas akibat serangan udara pimpinan Amerika di Herat Jumat lalu.

Serangan Amerika terhadap penduduk dusun di provinsi Herat, Afganistan barat itu diantaranya menewaskan 90 orang, 60 diantaranya adakah anak-anak. [irb/hid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penelitian Terbaru: Orang Terkaya Dunia Semakin Kaya
Tulisan selanjutnya Usulan Melarang Burqa Kembali Hangat di Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Berita
21 Juli 2026 14:37
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?