Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia Veto Perpanjangan Operasi Pengiriman Bantuan di Lintas Perbatasan Suriah

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 8 Juli 2020 12:56 12:56 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 8 Juli 2020 12:54
Bagikan
Assad
Bashar al Assad dan Vladimir Putin
Bagikan

Hidayatullah.com—Rusia pada Selasa (7/7/2020) memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan memperpanjang otorisasi untuk bantuan kemanusiaan lintas batas di Suriah selama satu tahun, kata para diplomat sebagaimana dikutip oleh TheNewArab.

Jerman dan Belgia, dua anggota tidak tetap dewan keamanan PBB telah menyusun resolusi yang memungkinkan bantuan kemanusiaan untuk terus melintasi dua titik di perbatasan Turki, tanpa campur tangan dari Damaskus.

Selama negosiasi, Moskow telah meminta perpanjangan itu dibatasi hingga enam bulan, bukan satu tahun dan bahwa perpanjangan itu tidak diizinkan di 2 perbatasana, hanya di satu perbatasan saja

Mandat Badan-badan kemanusiaan PBB untuk melakukan operasi bantuan lintas-perbatasan ke barat laut Suriah berakhir pada 10 Juli.

Mandat tersebut memungkinkan badan-badan PBB untuk mengirimkan bantuan tanpa izin rezim Assad, yang telah berulang kali memblokir suplai kemanusiaan untuk mencapai wilayah Kurdi dan yang dikuasai oposisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rusia telah menegaskan posisinya di Suriah. Pada bulan Desember 2019, ia bergabung dengan Cina dalam menggunakan veto untuk memblokir pembaruan mandat lintas batas penuh untuk pertama kalinya sejak diadopsi pada tahun 2014.

Suatu kompromi telah diperantarai yang memungkinkan badan-badan PBB menggunakan dua dari empat penyeberangan perbatasan asli, dengan masa mandat enam bulan yang dikurangi – turun dari satu tahun.

Hasil pemungutan suara memutuskan untuk menutup penyeberangan Yarubiyah Di perbatasan Irak-Suriah, yang merupakan jalur dari sekitar 40 persen saluran persedian medis di daerah Timur Laut.

Penutupan perbatasan pada Januari berarti pasokan hanya akan mencukupi 31 persen kebutuhan dari fasilitas medis yang sebelumnya dilayani, kata PBB.

Hasil pemungutan suara pada Selasa kemungkinan akan semakin menggerogoti mandat PBB.

Rusia, menurut Relief Web, telah menyatakan niatnya untuk membongkar mekanisme lintas perbatasan pada akhir 2020.

Ini akan menutup saluran bantuan utama ke negara itu dan membahayakan nyawa jutaan warga sipil yang sudah hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Rusia di masa lalu mempertahankan posisinya dengan berargumen bahwa bantuan harus menjangkau warga sipil melalui Damaskus. Ini bermasalah karena rezim hanya memasok bantuan ke daerah-daerah di bawah kendalinya.

Kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan telah meminta PBB untuk menjaga pengiriman bantuan lintas-perbatasan tetap terbuka meskipun Rusia memveto resolusi tersebut.

Organisasi Hak Asasi Manusia untuk Suriah merilis laporan yang mengerikan untuk PBB.

“Sembilan tahun terakhir, kami telah menyaksikan kasus paling mengerikan dalam sejarah modern. Rezim Suriah secara terang-terangan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang dikepung secara internal, yang melanggar hukum kemanusiaan internasional yang lazim, dengan rezim yang menggunakan strategi kelaparan yang setara dengan bentuk hukuman kolektif,” tulis Kelompok Hak Asasi.

“Keberatan rezim Suriah terhadap pengiriman bantuan lintas batas tidak memiliki legitimasi atau nilai, tetapi lebih merupakan keberatan sewenang-wenang yang tidak adil, yang bertujuan untuk mendapatkan dana bagi rezim itu sendiri dengan mengorbankan penderitaan para pengungsi.”

Laporan itu selanjutnya mengatakan bahwa penutupan Yarubiyah “telah menyebabkan penderitaan tambahan yang mengerikan di tiga provinsi Suriah, yaitu Deir az-Zour, Hassakeh, dan Raqqa, yang menampung ratusan ribu orang yang mengungsi bersama penduduk aslinya”.

“Rezim Suriah dan Rusia tidak hanya telah menggusur jutaan warga Suriah, tetapi juga berusaha mencuri dan menjarah pengiriman bantuan PBB saat ini dan mencegah prospektif yang dimaksudkan untuk membebaskan orang-orang yang menderita ini dan melindungi mereka dari penyakit dan kematian.” Pungkasnya.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Assadbantuan kemanusiaanrusiasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Lupa, Piagam Jakarta adalah “Jiwa” UUD 1945
Tulisan selanjutnya Zionis ‘Israel’ Defisit $16,9 Miliar Karena Covid-19, Defisit Terbesar dalam Sejarahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?